Presiden Korsel Sesali Penerbangan “Drone” ke Korut

Selasa, 07 Apr 2026, 02:50 WIB

SEOUL – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae-myung pada Senin (6/4) menyampaikan penyesalan kepada Pyongyang atas pengiriman pesawat nirawak (drone) ke Korea Utara (Korut) pada awal tahun 2026 lalu dan menyebut tindakan tersebut sebagai tidak bertanggung jawab.

Seoul awalnya membantah peran resmi apapun dalam serangan drone pada Januari dengan pihak berwenang menyatakan bahwa itu adalah perbuatan warga sipil, tetapi Presiden Lee mengatakan penyelidikan telah mengungkapkan bahwa ada pejabat pemerintah telah terlibat.

Ket. Foto: Foto yang diabadikan pada 19 Maret dan dirilis kantor berita KCNA pada 20 Maret memperlihatkan pemimpin Korut, Kim Jong-un, sedang mendampingi anak perempuannya, Kim Ju-ae, mencoba mengendarai sebuah tank. Pihak intelijen Korsel menyebut foto-foto ini menegaskan bahwa Kim Jong-un sedang mempersiapkan Kim Ju-ae untuk jadi penerusnya. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Korut memperingatkan pada Februari akan adanya tanggapan mengerikan jika mendeteksi lebih banyak drone yang melintasi perbatasan dari Korsel, yang mendorong Seoul untuk menyelidiki klaim tersebut.

Pyongyang mengatakan telah menembak jatuh sebuah drone yang membawa peralatan pengintai pada awal Januari. Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan puing-puing pesawat bersayap yang berserakan di tanah bersama komponen berwarna abu-abu dan biru yang diduga termasuk kamera.

“Telah dikonfirmasi bahwa seorang pejabat Badan Intelijen Nasional dan seorang prajurit aktif terlibat,” kata Presiden Lee dalam rapat kabinet. “Kami menyampaikan penyesalan kepada Korut atas ketegangan militer yang tidak perlu yang disebabkan oleh tindakan tidak bertanggung jawab dan sembrono dari beberapa individu,” imbuh dia seraya menegaskan bahwa konstitusi Korsel melarang individu melakukan tindakan yang dapat memprovokasi Korut.

Presiden Lee telah berupaya memperbaiki hubungan dengan Korut sejak ia menjabat pada 2025, mengkritik pendahulunya karena diduga mengirimkan drone untuk menyebarkan propaganda di Pyongyang. Namun upaya pendekatannya yang berulang kali, tidak mendapat tanggapan dari pihak Utara.

Mantan Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, saat ini sedang diadili atas tuduhan bahwa pemerintahannya mengirimkan pesawat tak berawak ke Korut untuk memprovokasi reaksi balasan dan menciptakan dalih untuk mendeklarasikan pemerintahan militer.

Akibatnya Yoon dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya pada April 2025 dan telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas deklarasi darurat militer yang dilakukannya.

Ungkapan penyesalan dari Presiden Lee ini menyusul pernyataan dari pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang menyebut Seoul sebagai negara paling bermusuhan dalam pidato kebijakan pada bulan Maret lalu.

Selama masa kepresidenan Yoon, hubungan antara Seoul dan Pyongyang mencapai titik terendah. Secara teknis, kedua Korea masih dalam keadaan perang, karena konflik tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.

Laporan Intelijen

Sementara itu Badan intelijen Korsel menegaskan putri remaja pemimpin Kim Jong-un telah diposisikan sebagai penerusnya, kata para anggota parlemen Senin, mengutip penampilan publik baru-baru ini yang memperlihatkan Kim Ju-ae sedang mengendarai tank.

Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa penilaian mereka tidak didasarkan pada kesimpulan tidak langsung, tetapi pada apa yang mereka sebut sebagai "intelijen kredibel yang dikumpulkan oleh badan tersebut, menurut penjelasan dari anggota partai yang berkuasa dan oposisi setelah pertemuan parlemen tertutup.

NIS mengatakan bahwa gambar putri Kim Jong-un yang mengendarai tank itu dimaksudkan untuk menyoroti kemampuan militernya dan menghilangkan keraguan tentang pewaris perempuan, kata para anggota parlemen.

Pada Maret lalu, media pemerintah Korut, KCNA, merilis foto-foto Kim Jong-un dan putrinya mengendarai tank baru, setelah sebelumnya menampilkan gambar putrinya sedang menembak senapan di lapangan tembak dan menggunakan pistol.

Foto-foto tersebut dimaksudkan untuk memberikan penghormatan sama halnya dengan penampilan militer publik Kim Jong-un pada awal tahun 2010-an, ketika ia dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya sendiri, kata anggota parlemen Korsel. AFP/ST/I-1

  • drone

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah

6 Cara Mudah Kurangi Kerutan di Wajah Tanpa Perlu Perawatan Mahal ke Klinik

Pemkot Samarinda Perkuat Program Tamasya Wujudkan Kota Layak Anak

Anggota DPR Dorong Perlindungan Pekerja di Agam

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.