- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Korsel Sesali Pen...
Presiden Korsel Sesali Penerbangan “Drone” ke Korut
Selasa, 07 Apr 2026, 02:50 WIBSEOUL â Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae-myung pada Senin (6/4) menyampaikan penyesalan kepada Pyongyang atas pengiriman pesawat nirawak (drone) ke Korea Utara (Korut) pada awal tahun 2026 lalu dan menyebut tindakan tersebut sebagai tidak bertanggung jawab.
Seoul awalnya membantah peran resmi apapun dalam serangan drone pada Januari dengan pihak berwenang menyatakan bahwa itu adalah perbuatan warga sipil, tetapi Presiden Lee mengatakan penyelidikan telah mengungkapkan bahwa ada pejabat pemerintah telah terlibat.
Korut memperingatkan pada Februari akan adanya tanggapan mengerikan jika mendeteksi lebih banyak drone yang melintasi perbatasan dari Korsel, yang mendorong Seoul untuk menyelidiki klaim tersebut.
Pyongyang mengatakan telah menembak jatuh sebuah drone yang membawa peralatan pengintai pada awal Januari. Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan puing-puing pesawat bersayap yang berserakan di tanah bersama komponen berwarna abu-abu dan biru yang diduga termasuk kamera.
âTelah dikonfirmasi bahwa seorang pejabat Badan Intelijen Nasional dan seorang prajurit aktif terlibat,â kata Presiden Lee dalam rapat kabinet. âKami menyampaikan penyesalan kepada Korut atas ketegangan militer yang tidak perlu yang disebabkan oleh tindakan tidak bertanggung jawab dan sembrono dari beberapa individu,â imbuh dia seraya menegaskan bahwa konstitusi Korsel melarang individu melakukan tindakan yang dapat memprovokasi Korut.
Presiden Lee telah berupaya memperbaiki hubungan dengan Korut sejak ia menjabat pada 2025, mengkritik pendahulunya karena diduga mengirimkan drone untuk menyebarkan propaganda di Pyongyang. Namun upaya pendekatannya yang berulang kali, tidak mendapat tanggapan dari pihak Utara.
Mantan Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, saat ini sedang diadili atas tuduhan bahwa pemerintahannya mengirimkan pesawat tak berawak ke Korut untuk memprovokasi reaksi balasan dan menciptakan dalih untuk mendeklarasikan pemerintahan militer.
Akibatnya Yoon dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya pada April 2025 dan telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas deklarasi darurat militer yang dilakukannya.
Ungkapan penyesalan dari Presiden Lee ini menyusul pernyataan dari pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang menyebut Seoul sebagai negara paling bermusuhan dalam pidato kebijakan pada bulan Maret lalu.
Selama masa kepresidenan Yoon, hubungan antara Seoul dan Pyongyang mencapai titik terendah. Secara teknis, kedua Korea masih dalam keadaan perang, karena konflik tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.
Laporan Intelijen
Sementara itu Badan intelijen Korsel menegaskan putri remaja pemimpin Kim Jong-un telah diposisikan sebagai penerusnya, kata para anggota parlemen Senin, mengutip penampilan publik baru-baru ini yang memperlihatkan Kim Ju-ae sedang mengendarai tank.
Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa penilaian mereka tidak didasarkan pada kesimpulan tidak langsung, tetapi pada apa yang mereka sebut sebagai "intelijen kredibel yang dikumpulkan oleh badan tersebut, menurut penjelasan dari anggota partai yang berkuasa dan oposisi setelah pertemuan parlemen tertutup.
NIS mengatakan bahwa gambar putri Kim Jong-un yang mengendarai tank itu dimaksudkan untuk menyoroti kemampuan militernya dan menghilangkan keraguan tentang pewaris perempuan, kata para anggota parlemen.
Pada Maret lalu, media pemerintah Korut, KCNA, merilis foto-foto Kim Jong-un dan putrinya mengendarai tank baru, setelah sebelumnya menampilkan gambar putrinya sedang menembak senapan di lapangan tembak dan menggunakan pistol.
Foto-foto tersebut dimaksudkan untuk memberikan penghormatan sama halnya dengan penampilan militer publik Kim Jong-un pada awal tahun 2010-an, ketika ia dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya sendiri, kata anggota parlemen Korsel. AFP/ST/I-1
- drone
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Wakil Ketua MPR RI Ajak Bangun Solidaritas Nasional Hadapi Bencana Alam
-
Jaga dan Rawat Geopark sebagai Aset Nasional Masa Depan
-
Dirut Bulog Sebut Perpres Pembangunan 100 Gudang Bersifat Lex Specialis
-
Jaksel Jadi Tujuan Favorit Wisatawan pada Januari 2026
-
Pematangan Mitigasi Bencana oleh Kelompok Kerja AMPD di NTB
-
Hampir 100 Longsor, Magetan Hadapi Ancaman Bencana Sepanjang 2025
-
Industri Pariwisata Dalam Negeri Bertumpu pada Turis Nusantara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.