• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Para Astronot Artemis 2 ak...

Para Astronot Artemis 2 akan Terbang Melintasi Bulan, Berikut Hal yang Perlu Anda Ketahui!

Senin, 06 Apr 2026, 10:36 WIB

WASHINGTON - Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, para astronot akan terbang mengelilingi Bulan pada hari Senin (6/4) waktu AS, menandai puncak misi Artemis 2.

Berikut yang perlu diketahui tentang peristiwa tersebut:

Ket. Foto: Gambar yang disediakan NASA, astronot dan Komandan Artemis II Reid Wiseman mengintip keluar dari salah satu jendela kabin utama pesawat ruang angkasa Orion, melihat kembali ke Bumi, saat kru melakukan perjalanan menuju Bulan pada hari Kamis, 2 April 2026. — Sumber: NASA via AP

Siaran Langsung

Penerbangan lintas dekat Bulan akan berlangsung sekitar tujuh jam, dimulai Senin sekitar pukul 14.45 waktu AS bagian timur atau Selasa pukul 01.45 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.20 atau Selasa pukul 08.20 WIB.

NASA akan menyiarkan penerbangan lintas dekat Bulan secara langsung di situs webnya, serta di YouTube, Amazon, dan Netflix, dengan komentar dari para astronot yang berada di dalam misi dan para ahli di pusat kendali misi di Houston, Texas.

Mengingat jarak yang sangat jauh -- lebih jauh dari jarak yang pernah ditempuh manusia dari Bumi -- NASA memperingatkan bahwa kualitas video siaran langsung mungkin buruk di beberapa waktu.

Hening Radio 

Akan ada periode sekitar 40 menit selama penerbangan lintas di mana semua komunikasi dengan Artemis 2 akan terputus saat para astronot melewati balik Bulan.

"Ini akan mengasyikkan, Anda tahu, dengan cara yang sedikit menakutkan, ketika mereka melewati balik Bulan," kata Derek Buzasi, seorang profesor astronomi dan astrofisika di Universitas Chicago, kepada AFP.

Akademisi tersebut mengenang selama misi Apollo ke Bulan, "kita semua sedikit menahan napas."

Tonggak Sejarah 

Misi Artemis 2 mewakili beberapa hal pertama, karena ini akan menjadi pertama kalinya seorang wanita, Christina Koch, seorang kulit hitam, Victor Glover, dan seorang non-Amerika, Jeremy Hansen, mencapai Bulan.

Hingga saat ini, hanya para astronot era Apollo, semuanya pria kulit putih Amerika, yang mencapai Bulan, antara tahun 1968 dan 1972.

Sesaat sebelum dimulainya penerbangan lintas, awak Artemis 2 juga akan mencapai jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.

Pesawat ruang angkasa ini diperkirakan akan melampaui rekor jarak Apollo 13 sejauh 4.102 mil (6.600 kilometer) dan akan mencapai jarak maksimum dari planet ini sejauh 252.757 mil (406.772 kilometer).

Bulan Seukuran Bola Basket 

Penerbangan Apollo terbang sekitar 70 mil (110 kilometer) di atas permukaan Bulan, tetapi awak Artemis 2 akan berada lebih dari 4.000 mil (6.500 kilometer) jauhnya pada pendekatan terdekat mereka.

Pesawat ruang angkasa tersebut sebenarnya akan berputar mengelilingi Bulan tanpa memasuki orbitnya dengan mengikuti lintasan yang direncanakan dengan cermat.

Jarak dari Bulan akan memungkinkan para astronot di dalamnya untuk melihat permukaan Bulan yang lengkap dan melingkar, termasuk wilayah di dekat kedua kutub.

Bulan akan tampak bagi para astronot "seukuran bola basket yang dipegang sejauh lengan," kata Noah Petro, kepala laboratorium geologi planet NASA, kepada AFP.

Sisi Jauh Bulan 

Penerbangan lintas ini akan membuat awak Artemis 2 melewati sisi jauh Bulan, yang tidak terlihat dari Bumi.

Para astronot misi Apollo juga terbang di belakang Bulan, tetapi mereka terlalu dekat untuk menyaksikannya secara keseluruhan.

Oleh karena itu, awak Artemis 2 akan dapat melihat wilayah Bulan yang sebelumnya hanya ditangkap oleh pencitra robotik.

Keempat astronot telah menjalani pelatihan bertahun-tahun untuk mengamati dan mendeskripsikan formasi geologi yang mereka amati seakurat mungkin.

Para ilmuwan NASA berharap pengamatan yang direkam oleh awak akan memberikan informasi tentang komposisi Bulan dan sejarahnya, serta sistem tata surya yang lebih luas.

Gerhana Matahari 

Menjelang akhir penerbangan lintas, para astronot akan mengalami fenomena langka: gerhana matahari.

Selama sekitar 53 menit, pesawat ruang angkasa mereka akan sejajar sempurna dengan Bulan dan Matahari, menyebabkan bintang tersebut menghilang dari pandangan.

Para astronot kemudian akan memiliki kesempatan untuk mempelajari korona matahari, lapisan terluar atmosfer Matahari, yang akan terlihat sebagai semacam lingkaran cahaya.

Mereka juga akan mengamati kemungkinan kilatan cahaya yang disebabkan oleh meteorit yang menabrak permukaan Bulan.

'Earthrise' versi Baru

Para astronot Artemis 2 juga akan melihat Bumi menghilang dan muncul kembali di balik Bulan.

Posisi mereka berpotensi memungkinkan mereka untuk menciptakan kembali foto "Earthrise" yang terkenal dari misi Apollo 8 pada tahun 1968.

Foto ikonik yang diambil oleh astronot William Anders tersebut menangkap Bumi biru terang di tengah kegelapan ruang angkasa yang luas, dengan permukaan Bulan yang penuh kawah di latar depan.

  • Artemis II NASA

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.