- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sudan Makin Mencekam, Tena...
Sudan Makin Mencekam, Tenaga Medis Jadi Sasaran Serangan
Minggu, 05 Apr 2026, 23:38 WIBKHARTOUM - Dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sabtu (4/4), menyatakan sedikit-dikitnya 2.042 orang tewas dan 785 luka-luka dalam 214 serangan terhadap fasilitas layanan medis di Sudan sejak konflik pecah pada 2023.
Dalam sebuah pernyataan bersama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyampaikan bahwa ada 184 korban jiwa dan 295 korban luka yang tercatat pada kuartal pertama 2026 saja.
Kedua badan PBB itu juga mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya skala dan frekuensi serangan terhadap fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah yang terdampak konflik.
"Serangan-serangan ini semakin membatasi akses ke layanan kesehatan pada saat layanan tersebut paling dibutuhkan," kata Shible Sahbani, perwakilan WHO untuk Sudan, yang menyerukan perlindungan bagi pasien dan tenaga kesehatan.
Sementara perwakilan UNICEF Sheldon Yett mengatakan bahwa serangan terhadap rumah sakit merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak anak. Yett menambahkan bahwa hal itu merampas perlindungan dan layanan penting bagi anak-anak pada saat-saat rentan.
Kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan, staf medis, dan pasien melanggar hukum humaniter internasional serta memperparah krisis kemanusiaan yang sudah parah.
WHO dan UNICEF pun menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati dan melindungi layanan kesehatan, menjamin keselamatan warga sipil dan pekerja kemanusiaan, serta mengizinkan akses berkelanjutan terhadap layanan-layanan esensial.
Pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) sejak pertengahan April 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang dan mengakibatkan jutaan lainnya mengungsi, sebut organisasi-organisasi internasional. Ant/Xinhua
- tenaga medis
- sudan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Dirut Bulog Sebut Perpres Pembangunan 100 Gudang Bersifat Lex Specialis
-
Bappenas Pede Kakao Bisa Angkat Nasib Petani
-
RSUD Jayapura Jadi RS Pendidikan, Gubernur Dorong Cetak Dokter Spesialis Asli Papua
-
PBB Targetkan Galang Dana 33 Miliar Dolar AS pada 2026 untuk Bantuan Kemanusiaan
-
Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Dinonaktifkan Demi Objektivitas
-
CIMB Niaga Tawarkan Layanan Pengelolaan Aset secara Optimal ke Nasabah Kaya
-
Donald Trump Sebut Demokrat Ingin Hancurkan Amerika Serikat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.