Wamendagri Bima Arya Ingatkan Praja Pratama IPDN Jaga Konsistensi Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang
📅 Kamis, 02 Apr 2026, 13:25 WIB | Oleh: Alfina FebriyanaJAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang tergabung dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan gelombang ketiga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, agar mampu menjaga konsistensi kinerja.
Bima menegaskan, gelombang ini berpotensi menjadi penugasan terakhir sehingga praja dituntut mengakhiri masa pengabdian di Aceh Tamiang dengan baik tanpa meninggalkan catatan negatif.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menjadi pembina apel penerimaan Satuan Praja Pratama (praja tingkat satu) di Aceh Tamiang, Rabu (1/4/2026).
Dalam arahannya, Bima juga mengingatkan kondisi Aceh Tamiang tiga bulan lalu yang berada dalam situasi sulit, dengan keterbatasan sarana dasar serta aktivitas pemerintahan yang sempat terhenti.
“Tiga bulan lalu tempat ini betul-betul lumpuh. Suasananya jauh berbeda ketika senior kalian memasuki tempat ini. Suasananya mencekam, tidak ada penerangan, tidak ada air, aktivitas lumpuh semua,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, praja yang ditugaskan sebelumnya menghadapi kondisi yang jauh dari ideal. Namun, dalam kurun waktu tiga bulan, situasi berangsur pulih berkat kerja keras praja bersama pemerintah daerah (Pemda) dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Saat ini, aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan dan layanan publik mulai normal.
Meski demikian, Bima mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi praja tidak lantas lebih ringan, melainkan memiliki karakter yang berbeda.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jangan salah memahami situasi membaca lapangan, jangan pernah menganggap enteng,” tegasnya.
Ia menjelaskan, jika sebelumnya praja berperan dalam pemulihan fungsi pemerintahan, maka pada tahap ini penugasan lebih menuntut keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi serta memanfaatkan masa penugasan sebagai ruang pembelajaran.
“Tolong selalu jaga nama baik dari institusi kebanggaan kita IPDN dan Kemendagri,” pesannya.
Terakhir, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan kemampuan memulai dengan baik, tetapi juga oleh kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik.
“Perlombaan sering kali ditentukan bukan bagaimana kita start, tetapi bagaimana kita bisa menutup dan mengakhiri,” tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!