Mengapa Kostum Astronot Misi ke Bulan Artemis II Berwarna Oranye?
📅 Kamis, 02 Apr 2026, 04:36 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON DC - Lupakan film "Marty Supreme" dan bola tenis meja oranye-nya. Lupakan "A Clockwork Orange" dan "Orange Is the New Black." Lupakan Cheetos dan Reese's Pieces. Lupakan Halloween.
Dari The New York Times, warna oranye yang akan membangkitkan imajinasi publik adalah Oranye Internasional, dan itu adalah warna pakaian penerbangan yang dikenakan oleh keempat astronot Artemis II dalam misi pertama ke bulan sejak 1972. Ketika Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen melangkah ke landasan pacu di Kennedy Space Center di Florida, mereka akan mengenakan pakaian oranye terang.
Ketika mereka keluar dari kapsul 10 hari kemudian setelah melakukan perjalanan mengelilingi bulan dan melakukan perjalanan lebih jauh ke luar angkasa daripada yang pernah dilakukan manusia sebelumnya, mereka akan mengenakan pakaian oranye tersebut.
Dengan kata lain, ketika mereka menjadi bagian dari sejarah, begitu pula dengan pakaian oranye mereka.
Meskipun sebagian besar perhatian terkait pakaian antariksa sejauh ini tertuju pada pakaian antariksa putih yang dibuat oleh Prada dan Axiom Space, pakaian oranye mungkin lebih menarik perhatian—sesuai desainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika pakaian antariksa SpaceX milik Elon Musk adalah apa yang mungkin dikenakan James Bond di Starship Enterprise; jika pakaian EVA (Extravehicular Activity) Prada/Axiom menampilkan gaya antariksa yang berpadu dengan gaya busana di atas panggung; dan jika pakaian penerbangan Blue Origin milik Jeff Bezos memiliki nuansa koboi luar angkasa (dengan versi wanita, seperti yang dikenakan oleh Lauren Sánchez Bezos dan kru wanitanya, menawarkan sentuhan "Charlie's Angels" pada hal yang sama), pakaian oranye menempatkan para astronot lebih dekat ke sisi superhero dari alam semesta Marvel.
Pakaian antariksa ini, yang berfungsi sebagai sistem pendukung kehidupan mini (astronot dapat mengenakannya selama 144 jam, jika perlu), dibuat khusus sesuai dengan bentuk tubuh setiap astronot oleh para insinyur NASA. Pakaian ini juga memiliki garis aksen biru langit reflektif yang membentuk huruf V yang gagah di bagian dada dan melingkari paha serta lengan atas, di mana garis-garis tersebut menekankan artikulasi bahu yang menyerupai armadillo.
Bukan berarti warna biru hanya sebagai hiasan. Huruf V menunjukkan tali eksternal untuk dipegang oleh kru penyelamat, dan kantong biru yang terlihat seperti baterai eksternal berisi pelampung dan tabung oksigen cadangan. Dan warna biru tersebut merupakan kontras yang mencolok dengan warna oranye, menambah kesan lebih kuat pada warna utama pakaian antariksa ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!