Pasca-Lebaran, Sequis Life Ajak Masyarakat Reset Finansial dan Gaya Hidup demi Hari Esok yang Lebih Baik
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 18:32 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – PT Asuransi Jiwa Sequis Life mengajak masyarakat melakukan reset finansial dan gaya hidup pasca-Lebaran guna menata kembali prioritas hidup setelah periode konsumtif selama Ramadan dan libur Lebaran.
Ajakan ini disampaikan Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara dalam acara Halalbihalal “Better Tomorrow Starts Today Feel Good, Stay Healthy, Be Protected yang diadakan Sequis Life, di Jakarta pada hari Selasa (31/3).
Sequis Life menghadirkan diskusi perencanaan keuangan dan kesehatan bersama Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo, AWP®, RFP®, Spesialis Gizi Klinik RSPI - Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. G.K. Diskusi juga dihadiri Brand Ambassador Sequis Life Donna Agnesia.
Agustina Samara yang akrab disapa Tina, menyampaikan pesan bahwa momen pasca-Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk merefleksi dan menata ulang prioritas hidup. Hal ini mengingat pada periode ini sering muncul tantangan kesehatan dan tekanan finansial.
“Feel Good bukan sekadar suasana hati, tetapi rasa tenang karena kondisi keuangan terkendali dan kesehatan terjaga. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga sebagai #YangPalingBerarti dalam hidup,“ ucap Tina pada kesempatan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tina menambahkan, gaya hidup sehat dan disiplin perencanaan keuangan merupakan langkah sederhana namun penting untuk mewujudkan hari esok yang lebih baik. Menurutnya, kesehatan dan finansial perlu berjalan beriringan pola hidup sehat perlu dilengkapi proteksi, sementara proteksi tanpa disiplin finansial tidak akan optimal.
Be Protected – Strategi Finansial Pasca-Lebaran dan Pentingnya Proteksi
Ketahanan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga disiplin mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, serta memiliki perlindungan finansial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada periode Pasca-Lebaran, tekanan keuangan kerap meningkat akibat akumulasi pengeluaran—mulai dari kebutuhan mudik, konsumsi, hingga pemberian hadiah. Kondisi ini memerlukan strategi pemulihan terencana agar tidak berkembang menjadi risiko finansial jangka panjang.
“Pasca-Lebaran merupakan momen yang tepat untuk melakukan reset finansial. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain disiplin mengelola arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, serta lengkapi dengan proteksi guna menjaga kondisi keuangan dari risiko tidak terduga,” ujar Yan.
Yan juga mengajak masyarakat menata kembali pos keuangan yang terdampak pasca-Lebaran, khususnya yang berpotensi memicu utang konsumtif. Alokasi keuangan ideal, mencakup 50–60% untuk kebutuhan rutin, 10–20% untuk tabungan dan dana darurat, serta dilengkapi dengan proteksi.
“Asuransi jiwa dan kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga. Asuransi bukan sekadar biaya, melainkan instrumen perlindungan untuk meminimalkan dampak finansial dari risiko yang tidak terduga,” tegasnya.
Di tengah proses pemulihan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tetap prudent (bijaksana), cermat mengambil keputusan keuangan, serta adaptif terhadap dinamika ekonomi global Dengan pengelolaan yang bijak dan terencana, kondisi keuangan pasca-Lebaran dapat pulih lebih cepat sekaligus memperkuat ketahanan finansial menghadapi masa depan.
Stay Healthy – Waspada Risiko Kesehatan Pasca-Lebaran
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!