Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mulai April 2026, Pengunjung Taman Nasional Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 11:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mulai April 2026, Pengunjung Taman Nasional Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari Doc: Antara
Ket. Komodo, hewan endemik di Pulau Komodo, NTT.

JAKARTA - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) membatasi jumlah kunjungan wisatawan mulai April 2026. Langkah ini diambil untuk mengurangi tekanan terhadap kawasan konservasi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga menyatakan, jumlah pengunjung dibatasi maksimal 1.000 orang per hari atau setara 365.000 orang per tahun.

“Sudah ditetapkan maksimalnya 365.000 pengunjung per tahun, sehingga kalau dirata-ratakan, per hari itu menjadi 1.000. Kuota 1.000 itu tidak mutlak, kalau ada hari tertentu yang kurang dari 1.000 bisa di-carry over ke bulan-bulan yang membutuhkan support sisa kuotanya seperti pada musim ramai,” urai Hendrikus dikutip Kompas.com, Sabtu (28/3).

Menurutnya, kebijakan ini mengacu pada standar konservasi internasional yang menekankan keseimbangan antara aktivitas wisata dan perlindungan lingkungan.

Lonjakan Wisata

BTNK mencatat tren peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 tercatat 65.362 pengunjung, melonjak menjadi 170.077 pada 2022, lalu 300.488 pada 2023, 333.846 pada 2024, dan mencapai 429.509 pada 2025.

Angka tersebut telah melampaui daya tampung kawasan yang ditetapkan melalui kajian sejak 2018 oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra bersama World Wide Fund for Nature (WWF).

Hasil kajian menunjukkan daya dukung wisata Taman Nasional Komodo berada di kisaran 366.108 pengunjung per tahun, dengan distribusi antara lain Pulau Komodo 187.245 orang, Padar Selatan 17.885 orang, dan Loh Buaya 44.165 orang per tahun.

Hendrikus menegaskan pembatasan kuota ini bertujuan memberikan ruang pemulihan bagi ekosistem yang terdampak aktivitas wisata.

Ia juga mencontohkan kebijakan serupa telah diterapkan di sejumlah kawasan lain, seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang membatasi 600 pendaki per hari, serta sistem buka-tutup di destinasi seperti Bromo dan Papua.

Kebijakan pembatasan ini telah disosialisasikan kepada pelaku wisata sejak Oktober hingga Desember 2025. Selanjutnya, uji coba dilakukan pada Januari hingga Maret 2026 sebelum resmi diterapkan penuh mulai April.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.