• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Belajar Langsung dari Lada...

Belajar Langsung dari Ladang, Menumbuhkan Mentalitas dari Akar Kehidupan

Selasa, 31 Mar 2026, 12:10 WIB

JAKARTA – Komunitas bisnis Billionaire Mindset Indonesia kembali mengadakan program Kunjungan Inspirasi, kali ini ke Ladang Farm Teknologi di Cilandak, Jakarta Selatan.

Menurut penggagas gerakan, Yossa Setiadi, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyentuh, membangun kesadaran, dan memperkuat makna perjalanan seorang wirausaha.

Ket. Foto: Sejumlah komunitas bisnis mengunjungi Ladang Farm Teknologi di Cilandak, Jakarta Selatan — Sumber: IST

Kunjungan ini juga membuka wawasan peserta terhadap transformasi dunia pertanian modern melalui Ladang Farm Teknologi, sebuah inovasi yang menggabungkan teknologi dan pertanian secara revolusioner.

Sejumlah fakta menarik dari Ladang Farm Teknologi yang menjadi bahan pembelajaran yaitu pertanian vertikal hingga ±18 meter, salah satu yang tertinggi di Indonesia yang dibangun oleh tim teknologi & engineering, bukan petani konvensional.

Selain itu, Ladang Farm Teknologi juga mampu menghasilkan setara 1 hektare lahan dalam ruang terbatas, menjadi supplier untuk restoran premium di Jabodetabek, produksi mencapai hingga 2 ton per bulan dengan panen harian, dan menggunakan sistem hidroponik tanpa pestisida (controlled environment).

Yossa mengatakan, acara kunjungan ini diadakan melalui kolaborasi lintas komunitas bersama Matrix Asia, Indostarter, IPSA, PERWANTI, Global Alumnus, ICommunity, Partner In Change, TanyaMentor, SECI, GFGL, dan Komaku.

Berbeda dari pembelajaran konvensional, dalam kegiatan ini peserta diajak turun ke lapangan, memetik sayuran segar, dan membawa pulang hasil panen untuk dikonsumsi bersama keluarga.

Acara dipandu dengan pendekatan reflektif dan interaktif oleh para host, menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar kunjungan biasa.

Dalam sesi pembukaan, peserta diajak untuk menyadari bahwa: “Tidak semua hal dalam hidup bisa dipercepat… ada proses yang harus dijalani dengan sabar.”

Salah satu host, Setiawan Djohan, mengajak peserta untuk berpikir kritis melalui interaksi sederhana namun mendalam: “Semua yang besar… butuh waktu.”

Sementara Yossa menekankan pesan penting dalam dunia bisnis: “Di ladang… tidak ada yang bisa dipaksakan. Kalau belum waktunya panen… ya tidak akan panen,” katanya. “Masalah terbesar banyak bisnis hari ini adalah… mereka menyerah sebelum waktunya panen.”

Pesan ini menjadi refleksi kuat bagi para peserta bahwa kesabaran dan konsistensi adalah fondasi utama dalam membangun kesuksesan.

Di akhir kegiatan, Yossa menekankan bahwa belajar tidak harus selalu dari buku atau seminar. “Kita perlu belajar langsung, merasakan proses, sekaligus menikmati perjalanan,” katanya.

Program ini menjadi bukti bahwa pendekatan experiential learning mampu memberikan dampak yang lebih dalam, membangun mindset, dan menciptakan koneksi emosional yang kuat terhadap proses belajar.

Yossa mengatakan, melalui kolaborasi berbagai komunitas, kegiatan ini menjadi simbol bahwa yang pertumbuhan wirausaha tidak bisa berjalan sendiri, sinergi adalah kunci mempercepat dampak, dan pengalaman nyata adalah guru terbaik dalam bisnis

“Billionaire Mindset Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inspiratif yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga pengalaman transformasional bagi para pelaku usaha dan profesional di Indonesia yang berfokus pada pengembangan diri, mindset, dan kolaborasi bisnis, dengan misi menciptakan individu yang memiliki daya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan masa depan.” tandasnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.