Jalan Mulus, Ekonomi Tumbuh: Dampak Besar Infrastruktur di Sulsel
Minggu, 29 Mar 2026, 17:57 WIBPemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang terus melakukan perbaikan jalan dengan pembangunan fisik turut dirasakan manfaatnya oleh para petani hingga tenaga pendidik di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghadirkan keadilan akses dan mempercepat denyut ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.
âKami sangat terbantu karena jalan sudah baik. Sekarang tidak ada lagi hambatan akibat jalan berlubang,â ujar Wali Kelas II SD Negeri 6 Macorawalie, Kabupaten Sidrap Nardia di Kelurahan Kadidi, Kabupaten Sidrap, Minggu.
Ia menilai, perbaikan jalan sangat membantu aktivitas guru dan siswa dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan terbukti meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak kini berangsur membaik dan mempermudah akses distribusi serta aktivitas harian warga.
Nadia menambahkan, kondisi jalan yang lebih layak membuat perjalanan menuju sekolah menjadi lebih aman dan nyaman, baik bagi guru maupun siswa.
âTerima kasih kepada pemerintah provinsi karena sudah membantu kami, khususnya dalam menunjang aktivitas pendidikan,â ucapnya.
Demikian juga, seorang petani di Desa Padaloang bernama Daud mengungkapkan rasa syukur atas perbaikan jalan yang sebelumnya rusak selama puluhan tahun.
Ia menyebut, kondisi jalan yang kini lebih baik berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga.
âKami sangat bersyukur karena sudah puluhan tahun jalan rusak, baru kali ini benar-benar diperbaiki. Sekarang jalan sudah bagus dan perputaran ekonomi juga lebih lancar,â ujar Daud di ruas batas Kabupaten Sidenreng RappangâMalimpung.
Menurut dia, akses jalan yang lebih baik mempermudah distribusi hasil pertanian sehingga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat desa.
âAtas nama warga Desa Padaloang, kami berterima kasih karena jalan sudah dikerjakan dan kondisinya sekarang jauh lebih baik,â katanya.
Adapun target penyelesaian proyek ditetapkan secara bertahap, mulai April 2026 hingga Desember 2026, sesuai dengan masing-masing ruas pekerjaan.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Produksi Surplus Tapi Harga Naik, Titiek Soeharto Minta Bulog dan Bapanas Intervensi Harga Beras di Sulsel
-
Leonardo DiCaprio Prihatin dengan Nasib Bioskop dan Perfilman Dunia
-
UKP: Pengembangan Wisata Sejarah Harus Seiring Upaya Konservasi
-
Dalam ‘Pagelaran Sabang Merauke, The Indonesian Broadway’, Padi Reborn Gandeng Yura Yunita Nyanyikan Lagu 'Mahadewi'
-
Polisi Buru Pelajar Siram Air Keras di Cempaka Putih Barat, Jakpus
-
Perkuat Lumbung Pangan Sulsel, Kementerian PU Pacu Pembangunan Bendungan Jenelata
-
Produksi Sel Punca Daewoong di Dalam Negeri Raih Sertifikasi CPOB
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.