Titik Macet di Jalur Puncak Mulai Digarap, Ada 7 Simpang Jadi Fokus
Sabtu, 28 Mar 2026, 06:45 WIBBOGOR â Macet di kawasan Puncak seolah sudah jadi âlanggananâ, apalagi saat akhir pekan atau musim liburan. Tapi bukan berarti nggak ada cara untuk menyiasatinya.
Mulai dari pengaturan waktu perjalananâberangkat lebih pagi atau justru menunggu arus redaâsampai memanfaatkan jalur alternatif, jadi trik sederhana yang cukup membantu.
Belum lagi rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah yang sering diterapkan, perlahan ikut mengurai kepadatan kendaraan.
Di sisi lain, kesabaran juga jadi kunci. Karena pada akhirnya, perjalanan ke Puncak bukan cuma soal cepat sampai, tapi juga bagaimana menikmati prosesnya tanpa harus terjebak stres di tengah kemacetan.
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menggarap penataan tujuh simpang di Jalur Puncak, Jawa Barat, sebagai upaya mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan penataan simpang tersebut ditargetkan mulai dieksekusi pada tahun 2026 sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
âPak Bupati menginstruksikan agar penataan beberapa simpang di Jalur Puncak segera dieksekusi tahun ini,â kata Ajat usai rapat penataan jalur wisata Puncak di Cisarua, Jumat (27/3).
Ia menjelaskan tujuh simpang yang menjadi fokus penataan meliputi Simpang Gadog, Simpang Pasir Muncang, Simpang Pasir Angin, Simpang Megamendung-Cipayung, Simpang Hankam, Simpang Pasar Cisarua, serta Simpang Taman Safari.
Menurut Ajat, penataan dilakukan berdasarkan masukan dari berbagai pihak, mulai dari Korlantas Polri, Dinas Perhubungan, hingga instansi teknis seperti PUPR, guna memastikan langkah yang diambil tepat sasaran.
Selain penataan fisik simpang, lanjut dia, pemerintah juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk kemungkinan pemasangan lampu lalu lintas dan pengaturan jam operasional kendaraan di kawasan Puncak.
Ajat menambahkan, peningkatan keselamatan juga menjadi perhatian utama, mengingat kondisi Jalur Puncak yang masih minim penerangan jalan umum (PJU) dan rawan kecelakaan.
âPuncak itu relatif gelap, sehingga perlu penataan PJU untuk mengurangi risiko kecelakaan,â ujarnya.
Ia menyebutkan penataan tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor karena sebagian ruas jalan berstatus jalan nasional, sehingga perlu sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.
âKarena ini jalan nasional, maka koordinasi harus dilakukan secara vertikal dan cepat dengan kementerian terkait,â katanya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bogor juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk kontribusi dalam bentuk penyediaan lahan maupun penataan kawasan sekitar simpang.
Ajat mengungkapkan sejumlah pelaku usaha di kawasan Puncak telah menyatakan kesiapan untuk berkontribusi, baik melalui hibah lahan maupun skema berbagi biaya (cost sharing).
âIni bentuk kolaborasi. Ada pengusaha yang siap membantu pembebasan lahan atau penataan kawasan, karena dampaknya juga kembali ke mereka,â ujarnya.
Selain itu, Pemkab Bogor juga mendorong pembukaan jalur alternatif baru dari Pasir Muncang menuju Sukagalih hingga Citeko untuk mengurangi beban lalu lintas di Jalur Puncak.
Menurut Ajat, pembangunan jalur alternatif tersebut akan dilakukan tahun ini melalui skema karya bakti TNI guna mempercepat proses pengerjaan.
Ia menegaskan penataan simpang dan pengembangan jalur alternatif merupakan bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk mengubah wajah kawasan Puncak, tidak hanya dari sisi kelancaran lalu lintas tetapi juga penataan kawasan wisata secara menyeluruh.
âIntinya kita ingin mengubah wajah Jalur Puncak, tidak hanya lancar, tapi juga tertata dengan baik,â kata Ajat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DK PBB Gelar Pertemuan Darurat Bahas Venezuela, Guterres Serukan Hormati Kedaulatan Negara!
-
Campak Mewabah di AS, Tercatat Lebih dari 2.000 Kasus pada 2025, Tertinggi Sejak 1992
-
Haaland Bawa Manchester City Naik ke Posisi Kedua Klasemen Liga Inggris
-
Helikopter Jatuh di Sekadau, TNI AU Evakuasi 8 Korban di Hari Kedua SAR
-
Harga Cabai Rawit Merah Rp76.400/Kg, Telur Ayam Rp33.850/Kg
-
Menhub Dudy Buka-bukaan Soal Temuan BPK di Kemenhub: 87% Masalah Berhasil Dibereskan
-
Palembang Cermati Peredaran Pangan Berbahaya yang Banyak Beredar di Pasar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.