Khofifah Ungkap Makna Riyayan: Silaturahmi Tanpa Sekat di Grahadi
📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 20:45 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tradisi riyayan pada Idul Fitri 1447 Hijriah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, mendekatkan warga dengan pemimpin melalui silaturahim langsung dan suasana kebersamaan tanpa sekat.
"Tradisi riyayan memiliki makna penting tidak hanya sebagai ajang silaturahim, tetapi juga sebagai ruang membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat," kata Gubernur Khofifah.
Tak hanya bersilaturahim, masyarakat yang hadir juga disuguhi beragam hidangan gratis yang disediakan pedagang kaki lima di sekitar Grahadi, seperti soto ayam, soto daging, nasi goreng, hingga bakso.
Khofifah menegaskan pelibatan pedagang kaki lima merupakan bagian dari upaya memberdayakan ekonomi masyarakat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan Lebaran yang lebih merata.
"Yang datang ke sini adalah masyarakat dari berbagai ragam latar belakang. Dan ini usaha kami memberseiringi Lebaran mereka. Harapannya mereka bisa tetap menikmati setelah membawa bekal dari sini," ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi riyayan penting terutama di tengah dinamika geopolitik global sehingga diperlukan solidaritas dan soliditas antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.
"Tentu kita berharap bahwa peperangan bisa dihentikan, karena dampaknya bukan hanya di BBM tapi juga efek domino lainnya. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah hal-hal kecil kekeluargaan untuk meredam dampaknya,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Khofifah berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dapat terus terjaga di tengah masyarakat Jawa Timur.
“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Pemprov Jatim juga membagikan paket sembako kepada masyarakat yang hadir, berisi dua kilogram beras, biskuit, serta tiga mi instan.
Salah satu pengunjung, Siti Aminah, mengaku rutin menghadiri kegiatan tersebut setiap tahun karena dinilai sangat membantu masyarakat.
Sementara itu, pengemudi ojek daring Ahmad Fajar yang datang bersama dua anaknya mengaku baru pertama kali mengikuti riyayan dan merasa terbantu dengan adanya pembagian sembako serta pemberian tunjangan hari raya (THR).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!