Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Festival Rakik-Rakik di Danau Maninjau Tetap Berlangsung Meski Pascabanjir dan Longsor

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Rakik-Rakik di Danau Maninjau Tetap Berlangsung Meski Pascabanjir dan Longsor Doc: Antara
Ket. Festival rakik-rakik yang diselenggarakan pada malam takbiran dalam rangka menyambut Lebaran 1147 H di Jorong Kubu Baru Panyinggahan, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (20/3).

Agam - Warga di kawasan tepian Danau Maninjau, Sumatera Barat tetap menggelar festival rakik-rakik (rakit hias) pada malam takbiran Idulfitri, Jumat (20/3), meski daerah tersebut masih dalam proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor pada November lalu.

Festival yang menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat itu, tetap berlangsung meriah meski hanya diikuti oleh dua dari lima jorong yang ada di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Wali Jorong Kubu Baru Panyinggahan, Yudha Anugrah Viligo, mengatakan bahwa biasanya setiap jorong membuat satu rakit, tetapi kondisi pascabencana membuat festival hanya diadakan oleh jorongnya dan Jorong Pasa.

“Kalau biasa, karena Nagari Maninjau ini ada 5 jorong, tiap jorong satu rakik. Tapi kenapa jorong tahun ini tetap turun, semoga ini setelah bencana jadi ‘obat’, selain menjaga tradisi,” kata Yudha.

Sejumlah warga yang mulai berkumpul sejak pukul 21.00 WIB menyetujui bahwa pelaksanaan tradisi ini menjadi “obat” bagi masyarakat yang masih menyimpan trauma akibat bencana. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya memulihkan semangat kebersamaan.

“Kalau tidak ada pula ini, malam takbiran rasanya sepi juga. Rasanya seperti tidak hari raya, semakin terasa kami di tempat bencana,” kata Riani, warga Kubu Baru Panyinggahan yang setiap tahun menyaksikan festival.

Kapal mulai berlayar sekitar pukul 22.30 WIB, setelah ornamen selesai dipasang sepenuhnya. Pemasangan sempat tertunda akibat hujan deras yang melanda daerah itu pada sore hari.

Kerlip yang berasal dari cahaya lampu di bagian depan rakit memantul di permukaan danau, menciptakan pemandangan yang semarak di tengah malam. Dengan panjang sekitar 10 meter, rakit dihiasi dengan berbagai ornamen warna-warni, bendera, hingga miniatur rumah adat Minangkabau.

Anak-anak hingga orang dewasa tampak larut dalam suasana. Sebagian mengabadikan momen, sementara lainnya berjalan menyusuri tepian danau sambil berbincang dengan kerabat dan tetangga.

Kemeriahan kian terasa ketika sekelompok pemuda di bagian depan rakit memainkan gendang tambua tansa. Dentuman batuang atau meriam bambu sesekali memekakkan telinga. Bambu tersebut diisi kalsium karbida, senyawa kristal padat berwarna abu-abu kehitaman yang menghasilkan gas asetilena saat bereaksi dengan air.

Puja, warga setempat yang menunggu di titik lain, menambahkan tradisi ini biasanya berlangsung dua hari, yakni malam takbiran dan malam di hari pertama Lebaran. Menurutnya, warga yang menonton pada hari pertama di tahun ini cukup berkurang, seiring rakit dari jorong sebelah belum selesai dipasang.

Kendati demikian, ia menyebut antusiasme warga tetap terasa, terlihat dari warta yang terus berdatangan meski hari hampir berganti.

“Ini makin malam biasa makan ramai, tahun lalu bisa sampai jam 4 atau jam 5 subuh,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Untuk Hadapi Perubahan Ikli...
Daerah
Petugas Bandara Sentani Gag...

Kenali Yukkk Lima Fitur Unggulan Aplikasi TJ: Transjakarta

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kenali Yukkk Lima Fitur Ung...
Nasional
PT Pertamina EP Kenalkan Ca...

Para Orangtua Antusias Mengantar Anak ke Sekolah

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Para Orangtua Antusias Meng...

Masa Pengenalan Sekolah Tak Boleh Ada Perundungan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Masa Pengenalan Sekolah Tak...
100% Dalam 4 Menit , Tiongkok Kembangkan Baterai Natrium yang Diklaim Awet Bertahun-tahun

100% Dalam 4 Menit , Tiongkok Kembangkan Baterai Natrium yang Diklaim Awet Bertahun-tahun

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.