WFA Saat Lebaran Disambut Pekerja, Mudik Bisa Lebih Awal dan Fleksibel
📅 Kamis, 19 Mar 2026, 00:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSejumlah pekerja menilai kebijakan work from anywhere (WFA) selama periode libur Lebaran memberi fleksibilitas dalam bekerja sekaligus memungkinkan mereka mengatur waktu mudik lebih awal.
Karyawan swasta Reinha Delima mengatakan kebijakan tersebut menjadi solusi yang menguntungkan baik bagi pekerja maupun perusahaan.
“Menurut aku ini win-win solution, perusahaan tetap pengen karyawannya produktif, dan kita juga bisa cepat mudik buat ketemu keluarga,” ujar Reinha kepada Koran Jakarta di salah satu kafe di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu.
Ia menuturkan, meski bekerja dari lokasi yang fleksibel, disiplin kerja tetap menjadi hal utama termasuk menyiapkan ruang kerja yang nyaman agar aktivitas tetap berjalan optimal.
"Jam kerja tetap saya jaga. Walaupun fleksibel, kadang masih ada pekerjaan di malam hari, tapi sejauh ini masih bisa diatur,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di lokasi yang sama, pekerja swasta lainnya, Yuardhita Widiaswara kepada Koran Jakarta mengaku kebijakan WFA membuat durasi mudiknya menjadi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
“Biasanya libur hanya sekitar seminggu, sekarang bisa sampai dua minggu di kampung. Jadi waktu bersama keluarga lebih banyak,” ujar Dias.
Namun demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam koordinasi kerja selama WFA, terutama terkait komunikasi dengan rekan kerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Komunikasi jadi tantangan, apalagi kalau sinyal kurang bagus. Kalau di kantor kan bisa langsung bertemu,” katanya.
Sementara itu, pekerja kreatif Muhammad Andhika Febriansyah menilai kebijakan WFA membantu meningkatkan efisiensi kerja karena waktu perjalanan dapat dialihkan untuk menyelesaikan tugas.
“WFA ini menghemat waktu perjalanan, jadi bisa lebih fokus kerja. Bisa juga kerja dari rumah atau kafe untuk cari suasana baru,” ujar Dika saat diwawancarai oleh Koran Jakarta di kafe yang sama.
Ia menambahkan, fleksibilitas tersebut tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap pekerjaan agar target tetap tercapai.
“Kalau pekerjaan belum selesai, saya tetap prioritaskan kerja dulu,” katanya.
Pemerintah sebelumnya menetapkan kebijakan WFA pada periode 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!