Sri Lanka Umumkan Empat Hari Kerja

Rabu, 18 Mar 2026, 02:30 WIB

KOLOMBO - Sri Lanka mengumumkan pengurangan jam kerja dalam seminggu untuk menghemat cadangan bahan bakar yang langka sebagai persiapan menghadapi perang berkepanjangan di Timur Tengah, kata para pejabat pada Senin (16/3).

Selat Hormuz yang merupakan jalur air utama yang dilalui sekitar 20 persen ekspor global di masa damai, telah ditutup secara efektif oleh Teheran sebagai pembalasan atas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang kini memasuki pekan ketiga.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Ishara S Kodikara

Komisaris Jenderal Pelayanan Esensial Prabath Chandrakeerthi mengatakan lembaga-lembaga negara hanya akan beroperasi empat hari sepekan mulai hari Rabu (18/3).

Langkah-langkah penghematan baru ini juga akan berlaku untuk sekolah dan universitas dan akan tetap berlaku tanpa batas waktu.

"Kami juga meminta sektor swasta untuk mengikuti langkah tersebut dan menetapkan setiap hari Rabu sebagai hari libur mulai sekarang," kata Chandrakeerthi kepada wartawan setelah pertemuan darurat yang dipimpin oleh Presiden Anura Kumara Dissanayake.

"Kita harus bersiap menghadapi yang terburuk, tetapi berharap yang terbaik," kata Dissanayake kepada para pejabat senior, menurut salah seorang yang menghadiri pertemuan tersebut.

Dissanayake mengatakan layanan penting, termasuk rumah sakit, pelabuhan, dan layanan darurat, akan terus beroperasi seperti biasa.

Pemerintah juga menangguhkan semua upacara publik dan meminta pegawai negeri sipil untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan guna membatasi penggunaan bahan bakar.

Penjatahan BBM

Sri Lanka mengimpor seluruh kebutuhan minyaknya dan juga membeli batu bara untuk pembangkit listrik.

Penjatahan bahan bakar dimulai pada Minggu (15/3), membatasi setiap pengendara mobil hanya boleh menggunakan 15 liter bensin atau solar per minggu, sementara transportasi umum dialokasikan hingga 200 liter.

Para pejabat mengatakan cadangan bensin dan solar negara itu akan cukup untuk hampir enam minggu, tetapi mereka memperingatkan bahwa gangguan apa pun terhadap pasokan baru dapat sangat mempengaruhi pulau tersebut.

Sri Lanka membeli produk minyak bumi olahan dari Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan, sementara minyak mentah untuk kilang minyaknya yang dibangun di Iran dipasok dari Timur Tengah.

Pemerintah telah memperingatkan bahwa setiap peningkatan pertempuran di Timur Tengah dan perang yang berkepanjangan dapat secara serius merusak upaya mereka untuk keluar dari krisis ekonomi tahun 2022.

Sri Lanka gagal membayar utang luar negerinya sebesar US$46 miliar pada tahun 2022 setelah negara tersebut kehabisan devisa. Sejak itu, Kolombo telah mendapatkan dana talangan dari IMF sebesar US$2,9 miliar.

Selain Sri Lanka, sejumlah negara lain seperti Pakistan, Filipina, dan Laos, juga telah menerapkan langkah-langkah penghematan setelah perang. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.