• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Libur Sekolah Jangan Dipen...

Libur Sekolah Jangan Dipenuhi Les, Anak Butuh Waktu untuk Bereksplorasi

Selasa, 23 Jun 2026, 18:20 WIB

JAKARTA – Masa libur sekolah menjadi momentum bagi anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan melalui aktivitas di luar ruangan. Namun, periode ini juga kerap menimbulkan dilema bagi orang tua yang ingin mendorong anak tetap aktif, tetapi di sisi lain khawatir terhadap risiko kelelahan atau gangguan kesehatan akibat cuaca yang tidak menentu.

Fenomena berkurangnya aktivitas fisik anak selama masa liburan menjadi perhatian sejumlah pihak. Berbagai studi menunjukkan bahwa saat jadwal sekolah berhenti, anak cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar gawai dan lebih sedikit bergerak. Kondisi ini dikenal sebagai Structured Days Hypothesis, yakni situasi ketika hilangnya rutinitas terstruktur membuat pola aktivitas anak menjadi kurang sehat.

Ket. Foto: Momen anak-anak bermain di luar ruang saat liburan dengan menanam padi dalam Acara Cap Kaki Tiga Anak Playdate. — Sumber: Acara Cap Kaki Tiga

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan anak usia sekolah untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari guna mendukung pertumbuhan, kesehatan fisik, dan perkembangan mental mereka.

Senior Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak, Jesica Christianty, mengatakan banyak orang tua sebenarnya memahami pentingnya aktivitas luar ruangan bagi anak, tetapi masih dibayangi rasa khawatir terhadap kondisi kesehatan mereka.

"Kami memahami dilema yang dihadapi para ibu saat liburan sekolah. Mereka ingin anak aktif bereksplorasi di luar ruangan, tetapi juga khawatir anak kelelahan atau jatuh sakit akibat cuaca yang tidak menentu," ujarnya dalam kegiatan Community Playdate: Eksplorasi Tanpa Rasa Khawatir, Langkah Awal #BaikUntukAnak, yang disampaikan melalui siaran pers pada hari Selasa (23/6).

Aktivitas Luar Ruangan Dinilai Penting bagi Perkembangan Anak

Dalam kesempatan yang sama, Psikolog Anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, menilai masa liburan sebaiknya tidak selalu diisi dengan berbagai aktivitas yang terlalu terstruktur, seperti tambahan les atau jadwal belajar yang padat.

Menurutnya, anak membutuhkan ruang untuk bermain secara bebas dan mengeksplorasi lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses belajar yang alami.

"Yang paling dibutuhkan anak di masa libur sekolah adalah ruang untuk bergerak bebas lewat adventurous play. Ini merupakan jenis permainan yang menantang namun tetap berada dalam batas yang aman," kata Saskhya.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas seperti berlari, memanjat, atau menjelajahi lingkungan dapat membantu anak belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, serta membangun rasa percaya diri.

Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter mandiri dan tangguh sejak usia dini. Sebaliknya, terlalu banyak larangan dapat membuat anak kurang percaya diri dalam menghadapi situasi baru.

Saskhya juga mengutip hasil survei yang dilakukan University of Exeter, Inggris, yang menunjukkan bahwa anak yang terbiasa melakukan permainan fisik yang menantang cenderung memiliki tingkat kecemasan dan gejala depresi yang lebih rendah dibandingkan anak yang jarang mendapatkan pengalaman serupa.

Orang Tua Perlu Menjadi Pendamping, Bukan Pengontrol

Meski demikian, kebebasan bereksplorasi tetap perlu diimbangi dengan pengawasan yang tepat. Saskhya menyarankan orang tua menerapkan konsep supervision partnership, yaitu memberikan ruang bagi anak untuk bermain mandiri sambil tetap memastikan kehadiran orang tua mudah dijangkau ketika dibutuhkan.

Menurutnya, orang tua dapat berperan sebagai "zona aman" yang memberikan rasa nyaman bagi anak tanpa harus mengawasi secara berlebihan. "Ketenangan orang tua sangat penting. Jika orang tua terlalu cemas atau terus-menerus melarang, anak bisa jadi enggan mengungkapkan ketika mereka merasa lelah atau tidak nyaman," ujarnya.

Waspadai Tanda-Tanda Dehidrasi

Selain aspek psikologis, orang tua juga perlu memperhatikan kondisi fisik anak saat beraktivitas di luar ruangan. Saskhya menjelaskan bahwa kemampuan anak mengenali sinyal tubuh, termasuk rasa haus dan kelelahan, belum berkembang sempurna. Karena itu, anak sering kali tetap bermain meski tubuhnya mulai kehilangan cairan.

Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai antara lain anak menjadi lebih mudah marah, rewel, terlihat lesu, atau mengalami perubahan perilaku secara tiba-tiba. Gejala tersebut dapat menjadi indikasi awal dehidrasi sebelum muncul tanda fisik yang lebih jelas seperti bibir kering atau berkurangnya frekuensi buang air kecil.

Dalam kondisi tersebut, orang tua disarankan mengajak anak beristirahat sejenak di tempat yang teduh serta memastikan kebutuhan cairan tubuhnya terpenuhi sebelum kembali bermain.

20260623181551_Foto-Saskhya-Psikolog-Anak.jpg

Psikolog Anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima. Ia mengingatkan pentingnya memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi selama libur sekolah. Aktivitas bermain bebas dinilai membantu membangun kreativitas, kemandirian, dan ketahanan mental anak.

Dorong Anak Tetap Aktif Selama Liburan

Melalui kampanye Langkah Awal #BaikUntukAnak, Cap Kaki Tiga Anak mengajak para orang tua untuk memberikan ruang bagi anak agar tetap aktif bergerak dan bereksplorasi selama masa libur sekolah. Menurut Jesica, aktivitas luar ruangan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga membantu membangun karakter, keberanian, dan kemandirian anak.

"Kami percaya fondasi mental yang kuat terbentuk ketika anak memiliki kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, berinteraksi dengan lingkungan, dan belajar menghadapi tantangan sesuai usianya," katanya.

Sementara itu, Saskhya menegaskan bahwa tujuan utama orang tua bukan menghilangkan seluruh risiko dari kehidupan anak, melainkan membekali mereka agar mampu menghadapi berbagai pengalaman dengan percaya diri.

"Anak menjadi tangguh bukan karena dilindungi dari segala hal, tetapi karena mereka diberi kepercayaan untuk mencoba, sambil tetap mengetahui bahwa orang tua selalu ada ketika dibutuhkan," ujarnya.

  • Liburan Sekolah
  • Kesehatan Mental Anak
  • Tumbuh Kembang Anak
  • Saskhya Aulia Prima
  • psikolog anak
  • bermain di luar ruangan
  • Cap Kaki Tiga Anak Playdate
  • Cap Kaki Tiga Anak
  • parenting modern

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.