Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pesantren Al Falah Ploso Kediri Putuskan Lebaran Hari Jumat

📅 Rabu, 18 Mar 2026, 13:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pesantren Al Falah Ploso Kediri Putuskan Lebaran Hari Jumat Doc: ANTARA
Ket. Lokasi Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI – Pondok Pesantren Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memutuskan untuk 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan hasil penghitungan lajnah falakiyah Pesantren Al Falah Kediri. 

Hal tersebut diumumkan oleh salah satu dewan Mufattisy atau penasehat di Ponpes Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Yai Ma'shum, dalam siaran secara daring.

"Untuk awal Syawal 1447 Hijriah, jatuh Jumat Legi, tanggal 20 Maret 2026 dengan pertimbangan ijtima akhir Ramadan Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, pada 17 WIB dengan tinggi hilal 05 derajat 12 daqiqah," katanya dikutip dalam siaran tersebut, Rabu (18/3).

Ia mengungkapkan keputusan tersebut berdasarkan penghitungan lajnah falakiyah Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri.

Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri sebelumnya juga menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah, pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026 Masehi dengan pertimbangan ijtima akhir bulan Syaban terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, pukul 17.52 WIB dengan tinggi hilal 11 derajat 57 daqiqah

Salah seorang pengajar di Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri Gus Mahsus mengatakan keputusan tersebut diambil mengacu pada sistem kalender falakiyah yang telah disusun.

"Setiap menjelang hari raya, pondok banyak telepon dari masyarakat yang menanyakan pelaksanaan Idul Fitri. Untuk itu dibuatkan kalender sebagai pedoman," katanya. 

Namun, pihaknya menegaskan keputusan ini diperuntukkan lebih kepada komunitas sendiri, yang bisa dijadikan pedoman bagi kalangan internal dan alumni pesantren.

Keputusan ini juga berbeda dengan keputusan yang diambil oleh Pesantren Lirboyo, Kediri.

Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, K.H. Abdul Muid Shohib, menegaskan bahwa Pesantren Lirboyo tetap konsisten berpegang pada fiqh mu’tabar dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri. 

Ia mengungkapkan prinsip yang digunakan adalah hisab sebagai landasan perhitungan awal dan rukyah sebagai penentu, sebagaimana menjadi acuan pemerintah dalam pelaksanaan sidang isbat.

Ia juga menambahkan, pihaknya juga tidak merasa perlu mengumumkan awal Ramadan maupun Idul Fitri sebelum keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat ditetapkan.

Gus Muid, sapaan akrabnya menambahkan Pesantren Lirboyo Kediri memandang keputusan isbat pemerintah merupakan panduan yang paling membawa kemaslahatan, khususnya ketika terjadi perbedaan pandangan di tengah umat Islam.

"Hal ini sejalan dengan kaidah fiqih hukmul hakim yarfa‘ul khilaf (keputusan pemerintah dapat mengakhiri perbedaan)," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.