Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Minta Masyarakat Mewaspadai Potensi Banjir Rob saat Libur Lebaran di NTB

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 11:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Minta Masyarakat Mewaspadai Potensi Banjir Rob saat Libur Lebaran di NTB Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah pegawai pemerintahan bergotong royong membuat tanggul dari karung pasir guna mencegah dampak banjir rob dan abrasi di pesisir pantai kawasan kampung nelayan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/1/2026).

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob yang dapat menggenangi kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 17 sampai 27 Maret 2026 atau saat libur Lebaran.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi, mengatakan banjir rob disebabkan oleh fenomena pasang maksimum air laut yang berkaitan dengan fase bulan baru.

"Tinggi pasang air laut maksimum sekitar 1,9 meter di sejumlah perairan NTB dengan waktu pasang terjadi pada siang hingga dini hari," ujarnya di Mataram, Selasa (17/3).

Satria mengemukakan banjir rob tersebut berpotensi menimbulkan genangan air laut di sejumlah kawasan pesisir, terutama wilayah yang memiliki elevasi rendah.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah daerah yang berpotensi terdampak adalah kawasan pesisir di Pulau Lombok, seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Adapun wilayah pesisir di Pulau Sumbawa yang berpeluang digenangi air laut meliputi Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir yang masuk dalam daerah berpotensi rob untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," kata Satria.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa peringatan banjir rob menjadi penting mengingat Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, serta 401 pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Saat arus mudik dan libur Lebaran, kata Satria, aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat untuk berwisata seringkali bergantung kepada wilayah pesisir.

"Pantau terus perkembangan informasi kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena banjir rob," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.