Arus Mudik Naik, Pantura Cirebon Siaga Dampak One Way
Selasa, 17 Mar 2026, 16:35 WIBCirebon - Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota, Jawa Barat, mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di jalan arteri Jalur Pantai Utara (Pantura) akibat penerapan sistem satu arah (one way) di ruas tol saat arus mudik Lebaran 2026.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar di Cirebon, Selasa (17/3), mengatakan peningkatan arus kendaraan mulai terlihat sejak dua hari terakhir, baik di jalur tol maupun arteri.
Ia menyebutkan, hingga Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB, kondisi lalu lintas di wilayahnya masih terpantau normal meski terjadi peningkatan volume kendaraan.
âMemang sudah terlihat ada peningkatan arus mudik, namun sejauh ini masih dalam kondisi normal,â katanya.
Menurut dia, pihaknya masih menunggu perkembangan arus kendaraan hingga sore hari, seiring rencana pemberlakuan one way di ruas tol.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berpotensi memicu limpahan kendaraan ke jalur arteri, terutama di Pantura Cirebon.
âBiasanya jalur arteri, khususnya Pantura, akan terkena imbas pembuangan arus dari tol saat one way diberlakukan,â ujarnya.
Namun demikian, Eko memastikan hingga saat ini belum diperlukan rekayasa lalu lintas secara signifikan karena kondisi masih relatif kondusif.
Ia mengatakan peningkatan juga terlihat dari jumlah pengendara sepeda motor yang melintas di jalur arteri, yang didominasi pemudik.
âSudah ada kenaikan, terlihat dari kendaraan berpelat luar daerah yang membawa barang dan keluarga,â katanya.
Ia menegaskan, Polres Cirebon Kota telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk kemungkinan pengalihan arus ke jalur alternatif Cirebon-Indramayu jika terjadi kepadatan.
âKami siap memberikan pelayanan agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman, dan rekayasa lalu lintas akan dilakukan sesuai asesmen di lapangan,â kata Eko.
Sementara itu, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo mengatakan rekayasa lalu lintas one way, diberlakukan di ruas Tol Cipali KM 72 hingga KM 188 pada pukul 15.21 WIB.
Penerapan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari implementasi rekayasa lalu lintas one way tahap I yang berlaku dari KM 70 ruas Jakarta-Cikampek hingga KM 263 ruas Pejagan-Pemalang guna mengantisipasi peningkatan arus kendaraan.
âSebelumnya, proses persiapan dilakukan melalui sterilisasi jalur arah Jakarta serta penutupan area istirahat di sepanjang jalur terdampak sejak pukul 13.00 WIB,â katanya.
Ia menyampaikan seluruh proses pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan berdasarkan diskresi serta arahan langsung dari pihak kepolisian di lapangan, dengan koordinasi bersama pengelola jalan tol demi menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
âData mencatat sejak pukul 00.00 hingga 15.00 WIB sekitar 41 ribu kendaraan melintasi Cikopo menuju Cirebon, meningkat 27 persen dibanding kemarin. Secara keseluruhan, volume lalu lintas Tol Cipali naik 18 persen,â ucap dia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hari Bela Negara, Bupati Bantul Ajak seluruh Masyarakat untuk Cinta Tanah Air dengan Tindakan Nyata
-
Penandatanganan Kontrak Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia Tahun Anggaran 2025 Digelar
-
Manulife Indonesia Pension Expo 2025 Dorong Kesiapan Pensiun dan Ketahanan Finansial Masyarakat Indonesia
-
BoA Tinggalkan SM Entertainment Setelah 25 Tahun Bersama
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar di Tanah Air pada Jumat (12/9) Ini Berpotensi Hujan
-
Tangerang Raya Jadi Wilayah Paling Rawan Peredaran Narkoba di Banten
-
Gulkarmat: Asal Api Kebakaran Gedung D Kemendargi dari Luar Gedung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.