Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Melintas Indramayu, Pemudik Bisa Istirahat di Masjid, Madrasah, atau Vihara

📅 Senin, 16 Mar 2026, 12:47 WIB | Oleh:
Saat Melintas Indramayu, Pemudik Bisa Istirahat di Masjid, Madrasah, atau Vihara Doc: Kemenag RI
Ket. Peninjauan kesiapan layanan Rumah Ibadah Ramah Pemudik Kementerian Agama.

INDRAMAYU – Kementerian Agama menyiapkan sejumlah rumah ibadah sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang melintasi jalur Pantura untuk beristirahat sekaligus menjalankan ibadah selamaa perjalanan.

Dikutip dari laman Kemenag RI, melalui Program Rumah Ibadah Ramah Pemudik, sebanyak 23 masjid, lima madrasah, dan satu vihara di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat disiagakan untuk melayani para pemudik Idulfitri 1447 H/2026 M.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan, program ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang dihadirkan Kementerian Agama untuk masyarakat.

Masjid, kata Abu Rokhmad, dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik yang menempuh perjalanan panjang.

“Sekarang kita punya kegembiraan baru menjelang Idulfitri, bukan hanya bersiap untuk mudik, tetapi juga menyambut para pemudik melalui program Masjid Ramah Pemudik,” ujar Abu Rokhmad saat berkunjung ke Masjid Jami Nurul Muqarrobin di Subang, Jawa Barat, Minggu (15/3) sebelum ke Vihara Budhi Asih, Indramayu, serta Masjid Jami An-Nur Karawang.

Ia menjelaskan keberadaan masjid sebagai tempat singgah bagi pemudik juga memiliki nilai strategis dalam menjaga keselamatan perjalanan. Dengan adanya fasilitas istirahat yang memadai, pemudik dapat melepas lelah sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Menurutnya, masjid memiliki keunggulan sebagai tempat singgah karena menyediakan ruang ibadah, air bersih, serta lingkungan yang tenang. Kondisi tersebut dinilai mendukung para musafir untuk beristirahat sekaligus tetap menjalankan ibadah.

“Masjid itu tempat yang teduh, nyaman, airnya bersih, dan ruangannya luas. Dengan adanya program ini, kita berharap para pemudik bisa beristirahat dengan baik sekaligus tetap dapat menjalankan ibadah selama perjalanan,” jelasnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya pemberdayaan rumah ibadah agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama memiliki jaringan rumah ibadah yang luas di seluruh Indonesia. Potensi tersebut perlu dioptimalkan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

“Program ini merupakan implementasi dari pemberdayaan rumah ibadah. Kita ingin menunjukkan bahwa masjid dapat memberikan layanan nyata kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan jauh,” kata Arsad.

Menurutnya, program Masjid Ramah Pemudik juga mendapat perhatian publik karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, jajaran Kementerian Agama di daerah diminta mendukung dan memastikan pelayanan berjalan dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah titik layanan rumah ibadah bagi pemudik di wilayah Indramayu.

Ia menjelaskan, wilayah Sukra menjadi salah satu titik strategis karena berada di jalur Pantura yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang. Jalur ini merupakan salah satu rute utama yang dilalui pemudik menuju Jawa Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.