Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi Dilaksanakan Umat Hindu Magelang
Minggu, 15 Mar 2026, 13:21 WIBMAGELANG â Saat ini bangsa Indonesia dimanjakan karenahari besar keagamaan terjadi berdekatan yaituHari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Umat Hindu di Magelang, Jawa Tengah, melaksanakan upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 atau tahun 2026. Sedangkan umat Islam bersiap-siap menyambut lebaran.
Penasihat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang I Gde Suwarti di Magelang, Minggu, menyampaikan, upacara Melasti dilaksanakan di kawasan sumber mata air Tuk Mas yang dianggap sebagai salah satu tempat suci bagi umat Hindu di wilayah tersebut. Prosesi ini diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah di Magelang sebagai persiapan menyambut Hari Raya Nyepi.
Ia mengatakan inti dari pelaksanaan Melasti adalah untuk melakukan penyucian buana agung dan buana alit. Ia menjelaskan penyucian buana agung merupakan upaya menyucikan alam semesta sebagai sumber kehidupan bagi seluruh makhluk. Menurut dia, alam semesta perlu disucikan karena tidak menutup kemungkinan terdapat perbuatan manusia yang bersifat negatif dan bertentangan dengan ajaran agama sehingga perlu dilakukan pembersihan secara spiritual.
Selain itu, penyucian buana alit ditujukan kepada umat manusia, khususnya umat Hindu yang akan melaksanakan Hari Raya Nyepi, sebagai bentuk penyucian diri. "Kalau diri kita sudah disucikan, secara otomatis kita akan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Intinya, jika badan bersih maka pikiran juga akan bersih, sehingga kita bisa berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik," katanya.
Ia menuturkan dalam prosesi Melasti juga dilakukan penyucian berbagai sarana upacara yang nantinya digunakan dalam rangkaian ritual Nyepi, termasuk perlengkapan yang akan dipakai saat pelaksanaan upacara mecaru.
Setelah prosesi penyucian, umat Hindu juga melakukan pengambilan air suci atau tirtha dari sumber mata air Tuk Mas. Air tersebut kemudian dibawa ke pura untuk disemayamkan dan nantinya digunakan dalam rangkaian upacara berikutnya, termasuk saat ritual Pengrupukan yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi pada 18 Maret 2026.
Menurut Suwarti, pemilihan Tuk Mas sebagai lokasi Melasti memiliki makna historis dan spiritual bagi umat Hindu di Magelang. Ia menjelaskan bahwa tempat tersebut merupakan salah satu peninggalan leluhur dan sejak dulu digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Melasti oleh umat Hindu setempat.
Selain itu, sumber mata air Tuk Mas juga dikenal sebagai Gangga-nya Pulau Jawa yang memiliki kesamaan makna spiritual dengan Sungai Gangga di India sebagai sumber air suci.
"Karena sumber air ini dianggap sebagai Gangga-nya Pulau Jawa, dan juga berdasarkan prasasti yang ada di Tuk Mas, maka umat Hindu di Magelang melaksanakan Melasti di sini," katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Sambut Lonjakan Wisatawan Nataru, Bantul Matangkan Langkah Antisipasi
-
PSG Melaju Mulus di Piala Prancis
-
Garuda Hengkang, Datanglah Citilink ke Tanjungpinang
-
Tradisi Siat Sambuk jelang Hari Raya Nyepi
-
Pertamina Siagakan 57 SPBU Buka 24 Jam di Bali Jelang Nyepi dan Idul Fitri
-
Tahun Baru 2026 di Yogya Tanpa Kembang Api, Ini Alasan Wali Kota
-
Hormati Hari Suci Nyepi, BKSDA Bali Tutup Sementara 4 Taman Wisata Alam pada 18-20 Maret 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.