Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KSP Klaim Cadangan Beras Nasional Paling Kuat

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 16:50 WIB | Oleh:
KSP Klaim Cadangan Beras Nasional Paling Kuat Doc: antara foto
Ket. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyebut cadangan beras mencapai 3,7 juta ton atau sekitar 144 persen dari total kebutuhan nasional dan menjadi cadangan pangan yang paling kuat.

"Pada 9 Maret 2026, stok beras tercatat mencapai 3.743.740 ton atau sekitar 144 persen dari kebutuhan sehingga komoditas beras ini adalah cadangan yang paling kuat," kata Qodari dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).

Ia memaparkan, total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton yang terdiri dari stok Bulog 3,76 juta ton, stok kebutuhan masyarakat 12,5 juta ton, standing crop siap panen 11,73 juta ton pada Maret 2026. Diproyeksikan jumlah tersebut akan bertambah 5 juta ton dalam waktu dua bulan ke depan.

Dengan kondisi tersebut, kata Qodari, tanpa memperhitungkan panen berikutnya, ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.

"Perkiraan ketersediaan beras untuk 11 bulan ke depan didasarkan pada stok saat ini dan akan terus bertambah karena program swasembada pangan terus dilakukan," ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan dan pasokan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) beserta Perum Bulog telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 7,38 juta ton, dengan distribusi terbesar melalui instansi pemerintah dan program Rumah Pangan Kita (RPK).

Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan dilakukan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi.

Qodari menyebut pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada pangan dengan terus meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi pertanian, serta memperluas pasar ekspor untuk pangan.

Lebih lanjut, Qodari menyampaikan Presiden Prabowo Subianto akan selalu memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi potensi krisis, baik bencana maupun global.

Pemerintah tidak menunggu krisis terjadi tetapi sudah menyiapkan fondasi agar ketika ada gejolak internasional termasuk konflik regional, seperti di Timur Tengah, Indonesia tetap memiliki ketahanan pangan yang kuat.

"Di tengah krisis pada hari ini, kita boleh dibilang aman atau tidak. Jadi Bapak Presiden Prabowo adalah sosok yang sangat visioner yang mampu mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang akan terjadi di masa depan," pungkas Qodari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Wali Kota Bandung Sebut Pem...
Daerah
BNN Kota Bandung Ajak Masya...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.