Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Temuan Pembelahan Sel Baru yang Rombak Buku Teks Biologi

📅 Senin, 09 Mar 2026, 06:53 WIB | Oleh:

Mekanisme Ratchet

Satu teka-teki tersisa. Jika sitoplasma menjadi lebih cair selama fase M, bagaimana pita aktin menghindari keruntuhan? Dengan melacak ujung pita dari waktu ke waktu, tim melihat bahwa pita tersebut memang menjadi tidak stabil saat berkontraksi selama fase M, tetapi tidak sepenuhnya gagal. Sebaliknya, retraksi parsialnya “diselamatkan” oleh kecepatan siklus sel embrionik awal yang cepat.

Ketika sel memasuki interfase berikutnya dan aster terbentuk kembali, sitoplasma mengeras kembali dan menstabilkan pita. Pita kemudian terus bergerak ke dalam selama fase cair berikutnya. Pola ketidakstabilan sementara yang diikuti oleh stabilisasi yang diperbarui ini berulang di beberapa siklus sel hingga sel sepenuhnya membelah.

Proses tersebut berfungsi seperti ‘ratchet mekanis’, secara bertahap memajukan pembelahan tanpa memerlukan cincin kontraktil yang tertutup sepenuhnya. Alih-alih menyelesaikan pembelahan dalam satu siklus, sel mencapainya langkah demi langkah melalui pergantian keadaan fisik sitoplasma.

“Mekanisme ratchet temporal secara fundamental mengubah pandangan kita tentang bagaimana sitokinesis bekerja,” tegas Jan Brugués, penulis utama studi tersebut. Para peneliti mengusulkan bahwa mekanisme ini memberikan solusi efektif untuk sel embrionik yang sangat besar yang membelah dengan cepat dan tidak dapat mengandalkan model konvensional.

“Ikan zebra merupakan kasus yang menarik, karena pembelahan sitoplasma dalam sel embrioniknya secara inheren tidak stabil. Untuk mengatasi ketidakstabilan ini, sel-sel mereka membelah dengan cepat, memungkinkan masuknya pita selama beberapa siklus sel dengan bergantian antara stabilitas dan fluidisasi hingga pembelahan selesai,” demikian Alison menyoroti temuan ini.

Karya ini memperkenalkan kerangka kerja baru untuk memahami pembelahan sel pada embrio besar yang kaya kuning telur dan dapat diterapkan pada banyak spesies yang bertelur. Ini juga menggarisbawahi pentingnya perubahan yang tepat waktu dalam sifat material sitoplasma dalam mengendalikan proses seluler. Wawasan seperti ini dapat membentuk kembali cara para ilmuwan mempelajari perkembangan awal di berbagai organisme. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.