Jakpro Menuju City Master Developer

Senin, 09 Mar 2026, 01:15 WIB

JAKARTA – Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menegaskan bahwa lembaganya melihat peluang besar untuk bertransformasi menjadi City Master Developer. Hal ini sejalan dengan transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Iwan menilai, City Master Developer adalah sebuah entitas yang mampu mengorkestrasi pembangunan kota secara terpadu dengan menghubungkan perencanaan tata ruang, mobilitas perkotaan, dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.

Ket. Foto: Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin (kiri) bersama Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefullah Hidayat (tengah) dan Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prastowo Yustinus saat pertemuan dengan media di Taman Ismail Marzuki di Jakarta, Jumat (6/3) — Sumber: ANTARA/Mario Sofia Nasution

Menurutnya, arah transformasi tersebut telah diterjemahkan ke dalam peta jalan jangka panjang perusahaan. Hal ini dimulai dari fase penguatan fondasi organisasi dan tata kelola. Kemudian, dilanjutkan dengan aktivasi serta pengembangan kawasan terintegrasi, hingga tahap integrasi dan konsolidasi portofolio kawasan secara profesional dan berkelanjutan.

“Roadmap ini menjadi kerangka strategis Jakpro dalam menyeimbangkan mandat pembangunan publik dengan penguatan struktur bisnis perusahaan,” katanya.

Dia menegaskan, Perseroda ini berkomitmen menyeimbangkan perannya sebagai agen pembangunan sekaligus entitas bisnis yang dikelola secara profesional berkelanjutan. Seluruh portofolio dan arah strategis Jakpro diselaraskan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, dan inklusif.

Sebagai pengelola berbagai aset dan infrastruktur strategis kota, Jakpro berada pada posisi yang unik sekaligus menantang. Di satu sisi, perusahaan mengemban tanggung jawab pembangunan publik berskala besar dengan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang luas. Di sisi lain, sebagai perseroan daerah, Jakpro tetap dituntut menjaga kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan melalui tata kelola perusahaan yang baik.

Iwan menuturkan, prinsip keberlanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi perusahaan dalam menjalankan setiap penugasan dan proyek strategis. Jakpro tidak hanya memastikan proyek dapat diselesaikan dengan baik, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan secara terukur.

“Karena itu, laporan keberlanjutan menjadi instrumen penting untuk memastikan akuntabilitas dan konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis,” ujarnya.

Jangka Panjang

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi Jakarta, Syaefullah Hidayat menegaskan, transformasi Jakpro sejalan dengan arah kebijakan pembinaan BUMD yang berorientasi jangka panjang. Dia menyampaikan, dalam kerangka pembinaan BUMD, Pemerintah Provinsi Jakarta menilai kinerja BUMD tidak semata dari capaian laba tahunan.

“BUMD seperti Jakpro menjalankan penugasan strategis dengan karakter investasi jangka panjang. Maka, kinerjanya perlu dibaca secara utuh. Ini meliputi tata kelola, keberlanjutan usaha, pengelolaan risiko, serta kontribusinya terhadap pembangunan kota,” katanya.

Syaefullah menjelaskan, transformasi Jakpro menjadi City Master Developer merupakan bagian dari proses penguatan fondasi pengelolaan aset dan investasi daerah. Transformasi ini bukan sekadar perubahan model bisnis, melainkan bagian dari upaya memastikan aset publik dan investasi daerah yang dikelola secara profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat ekonomi sosial berkelanjutan bagi Jakarta.

Dia menambahkan, transformasi Jakpro juga merupakan respons adaptif terhadap perubahan peran dan status Jakarta. Dalam peran barunya, Jakpro berkomitmen mengembangkan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) untuk memastikan konektivitas yang efisien bagi warga, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Melalui pengelolaan aset-aset strategis daerah, Jakpro membangun ekosistem bisnis yang memungkinkan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih merata,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta, Yustinus Prastowo, menyampaikan peran Jakpro perlu dipahami dalam kerangka visi pembangunan Jakarta secara menyeluruh. Pemerintah Provinsi Jakarta memandang Jakpro sebagai instrumen strategis kebijakan pembangunan kota.

“Kontribusinya tidak hanya diukur dari satu proyek atau satu angka keuangan, tetapi bagaimana pembangunan tersebut memperkuat mobilitas, kualitas ruang kota, daya saing ekonomi, serta positioning Jakarta di tingkat global,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak dampak pembangunan yang bersifat lintas sektor dan lintas waktu. Keberhasilan pembangunan kota harus dibaca secara holistik, melihat dampak ekonomi makro, sosial, lingkungan, serta manfaat jangka panjang bagi warga. “Dalam kerangka itulah, transformasi Jakpro sebagai City Master Developer menjadi relevan dan strategis bagi masa depan Jakarta,” ujarnya.

Yustinus menjelaskan, Jakpro secara konsisten mengedepankan standar lingkungan hidup dan keberlanjutan internasional dalam setiap proyek penugasan. Ini sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target net zero emission Jakarta pada 2050.

“Peluang Jakarta untuk menjadi pusat ekonomi global sangat besar. Jakpro hadir untuk memastikan pembangunan fisik tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terorkestrasi dalam satu kesatuan ekosistem kota yang kohesif dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup warga,” tandasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.