Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekspor Beras Indonesia Butuh Produktivitas

📅 Senin, 09 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekspor Beras Indonesia Butuh Produktivitas Doc: Litbang KJ/and
Ket. Sumber: BPS – Litbang KJ/and

Jakarta – Peluang ekspor beras Indonesia dinilai tetap terbuka, namun memerlukan peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi agar mampu bersaing di pasar global. Selama ini, daya saing harga beras Indonesia masih relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara eksportir utama di kawasan Asia.

Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai peluang pengembangan ekspor beras Indonesia memerlukan peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi agar mampu bersaing di pasar internasional.

Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengatakan rencana ekspor beras perlu dihitung secara matang dengan mempertimbangkan kondisi produksi domestik serta dinamika pasar global.

“Kalau ini (mengembangkan ekspor beras) bisa dilakukan tentu saja bagus, cuma pemerintah menurut saya perlu mengkalkulasi lagi rencana ekspor ini, karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,” kata Faisal di Jakarta, Sabtu (7/3).

Ia menjelaskan ekspor beras pada prinsipnya dapat dilakukan ketika pasokan dalam negeri mencukupi atau terjadi swasembada. Kondisi tersebut dinilai sudah mulai terlihat pada 2025 yang dipengaruhi peningkatan produksi serta adanya sisa impor dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, Faisal menilai daya saing harga menjadi tantangan utama karena Indonesia harus bersaing dengan negara eksportir besar seperti Thailand dan Kamboja.

“Kita (harga ekspor beras) masih di atas 1.000 dollar AS per ton, sementara Thailand, Kamboja itu di 600-an, 500-an dollar AS per ton. Nah, sehingga ada gap harga yang cukup jauh,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, menurut dia, ekspor beras Indonesia akan sulit bersaing jika dilakukan melalui mekanisme perdagangan yang mengandalkan kompetisi harga secara langsung di pasar global. Karena itu, peluang ekspor dinilai lebih realistis jika menyasar pasar tertentu melalui kerja sama khusus antarnegara.

“Kecuali dia sifatnya targeted, misalkan diekspor untuk memenuhi kebutuhan jamaah Indonesia saja. Jadi dalam konteks ini berarti ada kerja sama khusus dengan pemerintah Arab Saudi,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Perum Bulog telah mengekspor sekitar 2.280 ton beras untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Pengiriman dilakukan dalam dua tahap mulai 28 Februari 2026 sebagai bagian dari dukungan logistik pangan bagi jamaah Indonesia di Tanah Suci.

Pasar Khusus

Peneliti CORE Eliza Mardian menilai ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi dapat diposisikan sebagai pasar khusus berbasis komunitas.

“Sebetulnya ekspor beras untuk kebutuhan jamaah haji di Arab Saudi itu ekspor captive market berbasis diaspora atau komunitas, bukan ekspor komersial murni,” kata Eliza.

Ia menjelaskan permintaan beras tersebut lebih dipengaruhi preferensi rasa dan tekstur yang disukai jamaah Indonesia dibandingkan faktor daya saing harga di pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.