Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pasaman Barat Peringatkan Pemudik, Jalur Talu Talamau–Simpang Empat Masih Rawan

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 21:50 WIB | Oleh:
Pemkab Pasaman Barat Peringatkan Pemudik, Jalur Talu Talamau–Simpang Empat Masih Rawan Doc: Antara Foto
Ket. Waspada jalan terban di Jalan provinsi Talu-Simpang Empat. Pemudik diminta waspada melalui jalur itu karena banyaknya jalan terban akibat bencana alam November 2025 lalu.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengimbau pemudik untuk tetap waspada melewati jalur Talu Talamau-Simpang Empat karena masih banyaknya jalan yang terban akibat bencana alam November 2025 lalu.

"Jalan provinsi itu kondisinya sangat rawan karena banyak titik jalan yang terban. Seperti di titik Polong Anam, Pasanggiangan dan Rimbo Kejahatan," kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Minggu.

Menurutnya akibat bencana alam akhir tahun lalu itu menyebabkan badan jalan banyak yang terban. Tebing dekat jalan juga rawan longsor jika dipicu hujan lebat.

Untuk itu, pemudik dihimbau agar tetap waspada jika melintasi jalur itu karena longsor kapan saja bisa terjadi.

Pihaknya bersama provinsi juga telah memasang plang rambu-rambu peringatan di dekat lokasi jalan terban sehingga pemudik bisa mengetahui jalan di depan mereka ada yang rusak atau terban.

"Sejumlah plang peringatan telah kita pasang beberapa waktu lalu. Sebelum Lebaran akan kita cek kembali mana yang butuh plang untuk peringatan pengendara," sebutnya.

Pada Januari 2026 lalu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah telah menyempatkan diri melihat langsung kondisi jalan provinsi itu.

Pihak provinsi sedang berupaya menyiapkan anggaran untuk jalan alternatif menuju Talamau karena jalan utama saat ini banyak yang terban.

Untuk jalan yang putus di Rimbo Kejahatan akan dilakukan pelebaran jalan dengan memangkas bukit sekitarnya.

Jika tidak memungkinkan maka akan dibangun jalan alternatif melalui Simpang MAN Kajai tembus ke Jembatan Panjang.

Sedangkan untuk jalan terban di Polong Onam juga tidak memungkinkan karena sebelah kiri dari arah Kajai terdapat jurang yang dalam. Lalu sebelah kanannya ada bukit yang masuk kawasan hutan lindung.

Khusus di titik ini diperlukan jalan alternatif dari Jambatan Panjang tembus ke Talu. Jalan ini sudah ada sejak zaman dahulunya. Tinggal perbaikannya nanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Kemiri NTB Dibidik Jadi Kom...
Luar Negeri
Bangkok Dilanda Banjir, Rib...
Advertisement
Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.