Pemanfaatan EBT Perlu Dipercepat untuk Kurangi Ketergantungan Indonesia Atas Energi Fosil
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 14:50 WIB | Oleh: Sriyono“Rendahnya porsi EBT Indonesia sebesar 10,8 persen ini tertinggal dibanding rata-rata global yang sudah lebih dari 19 persen. Padahal secara potensi teknis, Indonesia memiliki sumber daya surya, air, panas bumi, dan bioenergi yang melimpah. Ini menunjukkan bahwa tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kecepatan transformasi sistem energi,” ungkap Christiantoko.
Jika melihat komposisi pembangkit listrik nasional sepanjang periode 2015–2024, batu bara juga masih menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Indonesia.
Pada 2015, energi ini menyumbang 53,3 persen produksi listrik nasional dan meningkat menjadi sekitar 61,5 persen pada 2024.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kebutuhan listrik Indonesia masih banyak dipenuhi oleh sumber energi dengan intensitas karbon tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Christiantoko menegaskan keberhasilan transisi energi sangat ditentukan oleh konsistensi antara target dan implementasi kebijakan di lapangan.
"Tantangan kita bukan sekadar menambah energi terbarukan, melainkan keberanian untuk mengubah sistem energi nasional secara menyeluruh demi masa depan ekonomi hijau Indonesia," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!