Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tangkal Ekstrimisme Berbasis Kekerasan: Ditjen Polpum Lakukan Penguatan dan Pencegahan Bersama Pelajar se-Kota Cirebon

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 20:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tangkal Ekstrimisme Berbasis Kekerasan: Ditjen Polpum Lakukan Penguatan dan Pencegahan Bersama Pelajar se-Kota Cirebon Doc: istimewa
Ket. Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional menggelar diskusi "Penguatan Ekosistem Pendidikan dan Pencegahan Ekstremisme berbasis kekerasan” di Aula Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Kamis (5/3)

JAKARTA– Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional menggelar diskusi "Penguatan Ekosistem Pendidikan dan Pencegahan Ekstremisme berbasis kekerasan” di Aula Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Kamis (5/3).

Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Pemerintah Kota Cirebon beserta perwakilan 150 pelajar dan guru konseling di 25 SMA se Kota Cirebon. Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat pemahaman aparatur, pelajar, dan Ekosistem Pendidikan mengenai bahaya ekstrimisme berbasis kekerasan yang dapat mengancam stabilitas sosial, persatuan bangsa, serta nilai-nilai kebangsaan. 

Berdasarkan data terbaru dari Densus 88 AT Mabes Polri, kelompok usia sekolah kini menjadi target utama penyebaran ideologi berbahaya. Banyak anak yang terpapar sebenarnya bukan individu berniat buruk. Mereka sering kali hanya remaja yang merasa kesepian, terluka, atau sedang mencari pengakuan di tempat yang salah.

Menjawab tantangan tersebut, Direktur Kewaspadaan Nasional, Aang Witarsa, menyampaikan bahwa ada empat pilar utama yang harus dibangun sekolah untuk menekan potensi ekstremisme, Pertama adalah Ramah, lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan (anti-bullying).

Kedua adalah Inklusif, menghargai perbedaan tanpa diskriminasi terhadap siswa mana pun. Ketiga adalah Responsif, memiliki sistem pelaporan yang aman dan cepat saat terjadi masalah. Serta, keempat yakni Kolaboratif, menciptakan ruang dialog terbuka agar siswa bisa mengekspresikan diri secara positif.

"Menghadapi tantangan ini, pendekatan hukum (penindakan) saja tidak cukup. Sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan untuk melakukan pencegahan dini melalui konsep Sekolah Ramah dan Inklusif," lanjut Aang Witarsa, Kamis (5/3).

Selain itu Aang juga menyampaikan penting dan bijaknya dalam penggunaan media sosial dengan menyaring setiap informasi yang masuk.

"Dalam penggunaan media sosial, kita harus pandai dan bijak menyaring setiap informasi yang ada. Karena di era kini, media sosial sebagai pintu masuk setiap informasi, termasuk potensi masuknya konten yang mengandung bahaya ekstrimisme" imbuhnya.

Adapun hadir juga sebagai narasumber dari kegiatan ini perwakilan dari Densus 88 AT Mabes Polri, Kesbangpol Kota Cirebon dan Akademisi. Para narasumber berbagi strategi dan langkah konkret dalam penguatan dan pencegahan ekatrimisme yang mengarah kepada tindakan kekerasan. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, aparat keamanan dan ekosistem pendidikan dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, damai, serta terbebas dari pengaruh ekstremisme berbasis kekerasan.

Ditjen Polpum berkomitmen untuk terus mendorong upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan guna memperkuat daya tangkal terhadap pencegahan ekstrimisme yang mengarah kepada tindakan kekerasan dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.