Jelang Lebaran, Pengusaha Jamin Stok Daging se-Jabodetabek Aman
📅 Jumat, 06 Mar 2026, 21:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
JAKARTA – Pemerintah menjamin pasokan dan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali, baik secara nasional maupun di tingkat daerah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan berdasarkan data Neraca Pangan dan proyeksi produksi hingga April 2026, mayoritas komoditas strategis berada dalam posisi surplus.
“InsyaAllah, jelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Data neraca pangan menunjukkan kita dalam posisi surplus untuk komoditas utama,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Skala UKM dan Rumah Tangga (Aspedata Indonesia), Diana Dewi, memastikan stok daging di wilayah Jabodetabek menjelang Lebaran berada dalam kondisi aman.
Ia mengatakan, para pelaku usaha siap memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan harapan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami sudah berkomunikasi dengan para pengusaha agar stok daging memiliki kecukupan bagi masyarakat jelang Lebaran mendatang,” kata Diana.
Diana yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin DKI Jakarta menyebutkan, saat ini stok daging yang tersimpan di gudang miliknya mencapai sekitar 50.000 ton yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masih terdapat gudang pengusaha lain di berbagai wilayah.
“InsyaAllah para pengusaha siap membantu pemerintah dalam menyiapkan kebutuhan daging bagi masyarakat,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harga Pakan Turun
Kementerian Pertanian juga mencatat penurunan harga sejumlah jenis pakan ternak di tingkat produsen pada periode Februari hingga awal Maret 2026. Penurunan harga ini dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi biaya produksi peternak, mengingat pakan menyumbang sekitar 60–70 persen dari total biaya usaha pada sektor peternakan unggas.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Produksi dan Harga Pakan (SPORA) Direktorat Pakan Kementerian Pertanian, tren penurunan terjadi pada berbagai jenis pakan yang digunakan peternak ayam pedaging maupun petelur.
Pakan ayam pedaging (broiler) fase starter (BR1) tercatat turun rata-rata Rp112 per kilogram dari 33 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp8.010 per kilogram. Selain itu, pakan broiler fase pre starter (BR0) turun rata-rata Rp82 per kilogram dari 30 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp8.451 per kilogram.
Sementara itu, pakan broiler fase finisher (BR2) tercatat turun rata-rata Rp89 per kilogram dari 31 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp7.967 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada pakan ayam petelur. Pakan layer masa produksi (P3) tercatat turun rata-rata Rp86 per kilogram dari 32 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp6.803 per kilogram. Konsentrat layer masa produksi (KP3) juga turun rata-rata Rp74 per kilogram dari 14 pabrik pakan dengan rataan harga produsen sekitar Rp7.735 per kilogram.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!