Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKHIT Maluku Sertifikasi Ekspor 7.652 Ekor Ikan Kerapu ke Hong Kong

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 20:47 WIB | Oleh:
BKHIT Maluku Sertifikasi Ekspor 7.652 Ekor Ikan Kerapu ke Hong Kong Doc: antara foto
Ket. Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku

AMBON - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mensertifikasi ekspor sebanyak 7.652 ekor ikan kerapu hidup dari Kota Tual, Maluku, dengan negara tujuan Hong Kong.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Jumat (6/3), mengatakan sertifikasi dilakukan setelah petugas karantina melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap komoditas tersebut, mulai dari lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) hingga proses pemuatan ke kapal angkut di Pelabuhan Tual.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ikan dalam kondisi sehat, kesesuaian jumlah serta jenis, juga kelengkapan dokumen karantina sesuai dengan persyaratan negara tujuan, sehingga tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan,” kata Willy dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan ekspor perdana komoditas perikanan dari Kota Tual pada tahun 2026.

Menurut dia, dalam proses sertifikasi dan pengawasan ekspor, pihaknya juga bersinergi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Bea dan Cukai melalui sistem Single Submission Quarantine Customs (SSM QC) guna mempercepat dan mempermudah proses pelayanan ekspor.

Ia menambahkan pengawasan dan pemeriksaan karantina menjadi bagian dari komitmen Badan Karantina Indonesia dalam menjamin kesehatan serta mutu komoditas perikanan yang diekspor.

Upaya tersebut, lanjutnya, penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia, khususnya yang berasal dari Provinsi Maluku.

“Kami terus berkomitmen berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mendukung kelancaran lalu lintas komoditas perikanan serta mendorong peningkatan ekspor dari Maluku ke pasar global dengan tetap mengedepankan prinsip biosekuriti,” ujar dia.

Berdasarkan harga pasaran ikan kerapu di Hong Kong, sebanyak 7.652 ekor ikan kerapu hidup tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar RP780 juta hingga Rp800 juta.

"Hal ini diharapkan dapat menjadi jalan pembuka bagi sektor perikanan dari Kota Tual menuju pasar yang lebih luas secara global," ujar Willy Indra Yunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Aksi Godbless di Penutupan Pestapora 2026

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Aksi Godbless di Penutupan ...
Ekonomi
IHSG Hari Ini Melemah Dipic...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp113.750...
Advertisement
Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.