Edukasi Keamanan Pangan Lewat Sidak Parsel
Kamis, 05 Mar 2026, 22:58 WIBKediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan edukasi keamanan pangan lewat kegiatan sidak parsel yang dilakukan di sejumlah toko dan pusat perbelanjaan wilayah kota ini menjelang Idul Fitri 2026.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Moh Ridwan mengemukakan kegiatan ini memang ditujukan untuk melindungi konsumen dari makanan tidak layak konsumsi, menjamin keamanan produk sekaligus mengawasi kualitas produk yang beredar di masyarakat.
"Setelah kami lakukan pemeriksaan di lokasi pertama, alhamdulillah tidak ditemukan barang-barang yang kedaluwarsa," katanya di Kediri, Kamis.
Namun, tim juga memberikan beberapa catatan terkait label harga, isian dan info masa kedaluwarsa produk yang terlalu kecil.
"Sudah kami informasikan ke pemilik toko agar diperbaiki dengan tulisan yang lebih besar sehingga mudah dibaca oleh pembeli," kata dia.
Ridwan juga mengimbau agar pengelola pusat perbelanjaan serta toko tidak menjual produk makanan dan minuman yang memiliki masa kedaluwarsa terlalu pendek untuk dikemas dalam parsel dan BDKT (barang dalam keadaan terbungkus).
"Aturan makanan atau minuman yang dijual untuk parsel yaitu yang memiliki masa kedaluwarsa minimal lima bulan. Hal ini untuk mengantisipasi parsel yang biasanya tidak langsung dibuka dan masih disimpan oleh penerima," kata dia.
Dalam sidak, petugas juga menemukan mesin pendingin dengan suhu yang kurang optimal sehingga perlu dilakukan perbaikan agar kualitas produk tetap terjaga.
"Kami menilai suhu pada lemari pendinginnya tadi sudah sangat berkurang, sehingga kami imbau pihak swalayan untuk melakukan perbaikan untuk menjaga kualitas produk tetap aman dan tidak rusak," ujarnya.
Selain itu, petugas juga menemukan produk kue kering dengan warna yang mencolok. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membawa sampel produk untuk dilakukan uji laboratorium.
"Dinas kesehatan akan melakukan uji cepat dan hasilnya nanti segera diinformasikan. Jika hasilnya terbukti menggunakan pewarna tekstil dan bukan pewarna makanan, dari pihak swalayan akan kami informasikan agar tidak menjual produk tersebut ke masyarakat," kata dia.
Ridwan juga berpesan kepada masyarakat agar lebih cermat dan teliti saat membeli produk.
Sementara itu, para pelaku usaha diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan tidak mengedarkan produk yang tidak layak konsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan dan menimbulkan konsekuensi hukum.
"Sebagai konsumen, jangan hanya melihat dari segi harga saja. Perhatikan juga kualitas produk, cek tanggal kadaluarsa, izin edar, cek kemasan dan hindari produk dengan kemasan rusak," kata dia.
Sementara itu, salah seorang pemilik toko yang terletak di Jalan Brawijaya Kota Kediri Novan menyambut positif kegiatan sidak ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian dari pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat.
"Saya tentu mendukung kegiatan ini, karena dengan kegiatan ini bisa lebih meyakinkan konsumen bahwa produk yang saya jual sudah sesuai standar perizinan edar, BPOM dan memenuhi kriteria lain," kata dia.
Novan menambahkan, toko miliknya tiap tahun melakukan persiapan dan menyediakan stok parsel sebelum memasuki puasa Ramadhan.
Ia berharap, kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan untuk menjamin rasa aman di masyarakat. Adanya masukan dan saran dari Disperdagin Kota Kediri akan segera ditindaklanjuti dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Panglima TNI Hadiri Pengucapan Sumpah Hakim Konstitusi, Pelantikan Anggota Ombudsman RI dan Pelantikan Duta Besar RI.
-
Deep Purple Bertemu Penggemar Beratnya di Jepang, PM Sanae Takaichi
-
Antisipasi Penyakit, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha
-
BMKG Deteksi Getaran Gempa Daratan di Samosir pada Kedalaman Dangkal, Warga Diminta Waspada
-
Kesal Diduga Jual Obat Keras, OTK Serang Tiga Toko Obat di Pasar Rebo
-
Ikea Hadirkan Pengalaman Makan yang Aman, Halal, dan Bertanggung Jawab
-
Mentargetkan 62.727 Warga Mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.