Antisipasi Penyakit, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha

Senin, 18 Mei 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Pemerintah memastikan stok hewan kurban nasional 2026 dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menjaga ketersediaan sekaligus stabilitas pasokan di seluruh daerah.

“Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, jelas. Masyarakat harus bisa menjalankan Iduladha dengan tenang karena hewan kurban tersedia, sehat, aman, dan harganya terjangkau,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda di Jakarta akhir pekan lalu.

Ket. Foto: Keamanan Pangan - Pengawasan Hewan Kurban Diperketat — Sumber: antara

Data Kementan mencatat potensi ketersediaan hewan kurban tahun ini mencapai 3,24 juta ekor, sementara kebutuhan sekitar 2,35 juta ekor. Artinya ada surplus 891 ribu ekor yang membuat stok nasional dipastikan aman.

Rinciannya, surplus sapi 67.816 ekor, kerbau 21.038 ekor, kambing 332.861 ekor, dan domba 469.604 ekor. Pemerintah juga mengatur distribusi ternak dari daerah surplus ke daerah defisit agar pasokan merata dan harga tetap terkendali.

Agung menekankan menjaga kesehatan hewan menjadi kunci untuk melindungi peternak sekaligus memberi rasa aman kepada masyarakat. Pengawasan dilakukan mulai dari kandang, lalu lintas ternak, tempat penjualan, hingga lokasi pemotongan.

“Kami bersinergi dengan pemerintah daerah, dokter hewan, dan petugas kesehatan hewan agar pelaksanaan kurban berjalan aman, higienis, dan menenangkan masyarakat,” katanya.

Pengendalian penyakit hewan menular strategis seperti PMK, LSD, rabies, dan antraks juga diperkuat melalui vaksinasi, pemeriksaan veteriner, serta pemantauan lewat Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi (iSIKHNAS). Sebanyak 9.743 petugas disiapkan untuk memantau hewan kurban di lapangan. Edukasi kepada pengurus masjid dan panitia kurban juga digencarkan agar penanganan hewan dan daging memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Selain itu, pemerintah memperkuat pelaksanaan dam haji di dalam negeri untuk menyerap lebih banyak kambing dan domba lokal, sekaligus menguatkan ekosistem peternakan rakyat. “Negara harus hadir menjaga peternak, menjaga kesehatan hewan, dan memastikan masyarakat mendapat pangan asal hewan yang aman dan berkualitas. Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional,” tegas Agung.

Dari sisi kesehatan masyarakat, Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis saat Idul Adha.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.