Rupiah Nyaris Rp17.000, Dampak Perang Asia Barat Makin Ngeri, Dompet Rakyat Terancam?

Rabu, 04 Mar 2026, 17:34 WIB

JAKARTA - Tekanan eksternal dan domestik secara bersamaan mengguncang stabilitas nilai tukar rupiah yang ditutup melemah di level Rp16.892 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/3).

Memanasnya konflik bersenjata di Asia Barat yang mengancam jalur logistik minyak Selat Hormuz menjadi pemicu utama pelarian modal ke aset aman. Di sisi lain, kekhawatiran pasar kian dalam setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, menyusul meningkatnya ketidakpastian kebijakan fiskal jangka menengah di dalam negeri.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay. — Sumber: ANTARA

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini dipengaruhi sikap pelaku pasar atas risiko pasokan di tengah konflik Asia Barat.

“Situasi terus memburuk ketika pasukan Israel dan AS melakukan serangan tambahan terhadap fasilitas yang terkait dengan Iran pada hari Selasa (3/3). Iran menanggapi dengan meningkatkan pengerahan militer di Teluk dan mengeluarkan peringatan kepada operator pelayaran global,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Iran juga menargetkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, jalur air sempit yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global. Otoritas Iran bersumpah akan menyerang kapal apapun yang melewati selat tersebut.

Ancaman terhadap Hormuz, jalur penting untuk ekspor minyak mentah dari produsen utama termasuk Arab Saudi, Irak dan Uni Emirat Arab, dinilai telah menyuntikkan premi risiko geopolitik yang signifikan ke dalam harga minyak.

“Irak telah mulai menghentikan produksi di ladang Rumaila, ladang terbesar di negara itu, dan di West Qurna 2, dengan 1,2 juta barel per hari dihentikan produksinya,” ucap Ibrahim.

Melihat sentimen domestik, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Meski demikian, peringkat kredit jangka panjang mata uang asing (Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating/IDR) tetap di level BBB.

“Revisi outlook mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi pengambilan keputusan. Kondisi itu dinilai dapat menekan prospek fiskal jangka menengah, melemahkan sentimen investor, serta memberi tekanan terhadap ketahanan eksternal,” ungkap dia.

Di sisi lain, Fitch tetap mempertahankan peringkat BBB karena Indonesia dinilai memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Hal itu didukung prospek pertumbuhan jangka menengah, rasio utang pemerintah yang moderat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta cadangan eksternal yang masih memadai.

Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 2,9 persen PDB, lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,7 persen.

Proyeksi tersebut dipengaruhi asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif serta peningkatan belanja sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, lanjutnya, Bank Indonesia (BI) mengisyaratkan pemantauan ketat terhadap dampak inflasi dari kenaikan harga energi global dan guna menjaga rupiah.

“BI tetap di pasar dengan melakukan intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forwad (NDF) di pasar Offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forwad (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian surat berharga( SBN) dipasar sekunder,” ujar Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.911 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.870 per dolar AS.

  • nilai tukar rupiah
  • kurs dolar as
  • harga minyak dunia
  • selat hormuz
  • fitch ratings
  • peringkat utang indonesia

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.