New Zealand Cemas AI Bakal Merusak Tatanan Sosial

Senin, 02 Mar 2026, 20:53 WIB

WELLINGTON - Laporan Internet Insights 2025 pada Senin (2/3) menyebutkan bahwa warga New Zealand kian khawatir terhadap risiko sosial dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), meskipun penggunaannya terus meningkat.

Laporan yang disusun oleh InternetNZ menemukan bahwa empat dari lima warga New Zealand menggunakan perangkat AI dalam setahun terakhir, kebanyakan untuk melakukan pencarian daring, menjawab pertanyaan, dan membantu penulisan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/NZ HERALD

Namun, 52 persen warga yang disurvei mengatakan mereka sangat khawatir atau khawatir terhadap dampak penggunaan AI pada masyarakat, dengan dua pertiga di antaranya khawatir terhadap penggunaan AI dalam menghasilkan konten berbahaya atau bermuatan jahat seperti deepfake.

Laporan itu menyebutkan bahwa hingga 64 persen responden mengutarakan kekhawatiran terkait kurangnya regulasi dan hukum dalam pengembangan AI, dan banyak dari mereka mengkhawatirkan potensi pelanggaran privasi, perpetuasi bias dan diskriminasi, serta penyalahgunaan hak kekayaan intelektual.

"AI saat ini ibarat kereta yang sudah berangkat dari stasiun sebelum relnya dibangun," kata chief executive InternetNZ Vivien Maidaborn.

Maidaborn menjelaskan bahwa teknologi baru menawarkan banyak peluang menarik dan bermanfaat, tetapi kita belum meletakkan fondasi untuk memastikan penggunaan AI tidak akan memperburuk penyalahgunaan internet.

Survei terhadap 1.003 orang dewasa yang dilakukan pada akhir 2025 tersebut mencakup penggunaan internet, media sosial, dan berbagai persoalan terkait.

  • NZD
  • new zealand
  • auckland

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.