Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Bencana November 2025, Pemkab Agam Terima Rp28,3 Miliar untuk Pulihkan Lahan Pertanian

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 18:08 WIB | Oleh:
Dampak Bencana November 2025, Pemkab Agam Terima Rp28,3 Miliar untuk Pulihkan Lahan Pertanian Doc: Antara Foto
Ket. Lahan pertanian di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam terdampak banjir bandang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, mendapatkan kucuran dana sebesar Rp28,3 miliar dari Kementerian Pertanian untuk memulihkan lahan dan infrastruktur pertanian yang rusak terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025. 

Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Agam, Minggu, mengatakan Agam mendapatkan alokasi Rp28,3 miliar untuk percepatan pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian yang rusak dampak bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir tersebar di 16 kecamatan.

"Ini merupakan alokasi dana percepatan pemulihan dan infrastruktur yang rusak tahap pertama pada 2026," katanya.

Ia mengatakan realisasi anggaran tersebut merupakan hasil komunikasi intensif yang dilakukan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, upaya konsultasi dan koordinasi yang kita lakukan ke Kementerian Pertanian membuahkan hasil," katanya.

la menambahkan sektor pertanian menjadi prioritas utama pemulihan pascabencana karena menyangkut langsung dengan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

"Kita ingin memastikan lahan-lahan sawah yang terdampak segera kembali produktif," katanya.

Ia menambahkan dengan dukungan ini maka 1.604 hektare lahan pertanian yang rusak bisa pulihkan dan optimalkan kembali.

Dengan cara itu, ekonomi masyarakat yang bergerak di pertanian akan kembali normal.

Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Agam terus meningkat.

Banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam pada November 2025, berdampak terhadap 1.604 hektare lahan pertanian.

Akibatnya petani tidak bisa mengolah untuk ditanam padi, karena tertimbun material longsor dan irigasi terputus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.