Pukat KAJ Gelar Run4U 2026, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo Ajak Masyarakat Rawat Alam

Sabtu, 28 Feb 2026, 14:22 WIB

JAKARTA – Profesional dan Usahawan Katolik Keuskupan Agung Jakarta (Pukat KAJ) kembali menyelenggarakan kegiatan olahraga tahunan sekaligus aksi kemanusiaan (charity run), Run4U 2026. Mengusung tema “Run for Earth: Green Steps, Better Planet”, acara tahun ini selaras dengan Arah Dasar (Ardas) KAJ 2026, yakni “Keutuhan Alam Ciptaan”.

Tema KAJ tahun ini mengajak umat dan masyarakat untuk peduli serta aktif menyembuhkan "luka-luka" alam yang disebabkan oleh tindakan manusia. KAJ juga mengajak masyarakat melakukan tindakan nyata dengan menjaga kelestarian lingkungan dan menggunakan sumber daya secara lebih bijak, dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Run4U 2026 hadir sebagai ajakan bagi masyarakat umum untuk hidup lebih sehat melalui olahraga lari, sekaligus menjadi gerakan nyata dalam merawat lingkungan hidup sebagai perwujudan kasih.

Ket. Foto: Acara konferensi pers Run4U 2026 bertema 'Run for Earth' di Katedral Jakarta, pada hari Jumat (27/2). Ajang lari amal ini diadakan oleh Pukat KAJ untuk mendukung pelestarian lingkungan melalui Gerakan Laudato Si’. Daftar sekarang, lari sehat, dan jadi Pejuang Donasi!" — Sumber: Koran jakarta - Haryo Brono

“Saat ini terjadi krisis lingkungan yang serius di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 2025 tercatat bahwa hampir 99% dari total bencana di Indonesia disebabkan oleh kerusakan alam akibat tindakan manusia,” ujar Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo – Uskup Keuskupan Agung Jakarta dalam konferensi pers Run4U 2026 di Katedral Jakarta, pada hari Jumat (27/2).

“Tercatat 3.116 kasus kejadian bencana, di mana banjir menempati urutan pertama dengan 1.584 kasus. Krisis ini terjadi di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah Sumatra yang terdampak kerusakan paling parah, hingga wilayah Jabodetabek yang menghadapi masalah polusi udara, pencemaran air, krisis sampah, dan penurunan muka tanah,” tambahnya.

Kardinal Suharyo melanjutkan, melihat kondisi yang sangat memprihatinkan ini, pihaknya mengajak masyarakat secara aktif melakukan tindakan sederhana namun berdampak, seperti penghematan listrik dan air, pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan, serta edukasi sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan. KAJ mengapresiasi Pukat KAJ yang turut menggaungkan pesan ini melalui kegiatan positif olahraga bersama dan inisiasi donasi pada Gerakan Laudato Si’ yang memiliki program pelestarian lingkungan hidup.

Reymund Levy, Ketua Pukat KAJ, menyampaikan bahwa Run4U hadir sebagai wadah konkret untuk mengajak masyarakat hidup sehat, membangun semangat berbagi melalui donasi, serta mewartakan kabar baik yang selaras dengan misi intentio dantis tahun ini dalam merawat bumi. Penyaluran donasi Run4U 2026 akan dilakukan melalui Gerakan Laudato Si’ Indonesia dan kegiatan sosial lainnya yang dikelola oleh Pukat KAJ.

Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) lahir sejak tahun 2021 dan merupakan bagian dari Laudato Si’ Movement. Gerakan ini hadir sebagai tanggapan konkret atas ensiklik Paus Fransiskus pasca-tragedi Topan Super Haiyan pada tahun 2015. Saat ini, Laudato Si’ Movement memiliki lebih dari 16 ribu animator yang tersebar di 115 negara, termasuk Indonesia.

Sr. Irena Handayani, OSU – Perwakilan Gerakan Laudato Si’ Indonesia, menuturkan bahwa dengan visi merawat bumi sebagai rumah bersama, GLSI mengemban misi mengarusutamakan gaya hidup berkelanjutan. “Kami melakukan penanaman mangrove serta pengelolaan sampah terpadu. Dukungan masyarakat sangat diperlukan, salah satunya melalui partisipasi dalam Run4U 2026 guna memastikan keberlanjutan ekosistem demi masa depan bersama,” paparnya.

Alexzander Zaputra Tedja, Ketua Panitia Run4U 2026, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya menjadi motivasi untuk kembali menghadirkan Run4U. “Kami yakin bahwa setiap langkah kecil yang kita lakukan secara kolektif akan membawa dampak besar bagi ekosistem kita,” ucapnya.

Run4U 2026 akan diadakan secara offline dan virtual dengan detail sebagai berikut:

Pendaftaran: 1 Maret – 30 April 2026

Periode Donasi: 1 Maret – 7 Juni 2026

Periode Lari Virtual: 1 – 30 April 2026

Race Day: Minggu, 7 Juni 2026 di QBIG BSD City.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui linktree Instagram @run4u_id dengan rincian biaya:

Early Bird (1-7 Maret 2026):

Virtual Race Only (akumulasi 21 km): Rp199.000,00

Hybrid 2.5 km + (akumulasi 21 km): Rp199.000,00

Hybrid 5 km + (akumulasi 21 km): Rp249.000,00

Hybrid 10 km + (akumulasi 21 km): Rp249.000,00

Harga Normal:

Virtual Only (akumulasi 21 km): Rp249.000,00

Hybrid 2.5 km + (akumulasi 21 km): Rp249.000,00

Hybrid 5 km + (akumulasi 21 km): Rp299.000,00

Hybrid 10 km + (akumulasi 21 km): Rp299.000,00

Saat pendaftaran, peserta juga diharapkan berkontribusi menjadi Pejuang Donas, artinya ia bersedia menjadi perpanjangan tangan untuk mengajak orang lain berdonasi guna mendukung program Gerakan Laudato Si’ Indonesia dalam merawat Bumi, Rumah Kita Bersama.

  • ajang lari
  • Pelestarian Lingkungan
  • Run4U 2026
  • Run for Earth
  • Charity Run Jakarta
  • Lari Amal
  • Keutuhan Alam Ciptaan
  • Donasi Lingkungan
  • QBIG BSD City
  • Virtual Run 202
  • Olahraga Katolik
  • Event Lari Juni 2026

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.