Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Beri Ruang Produk Ekspor Siluman yang Manfaatkan Fasilitas RI dari AS

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jangan Beri Ruang Produk Ekspor Siluman yang Manfaatkan Fasilitas RI dari AS Doc: istimewa
Ket. Dian Anita Nuswantara Pakar Ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya - Jangan sampai terjadi di sini, karena negara lain yang kena sanksi, ekonomi kita yang dirugikan. Sementara orang lain yang menikmati hasilnya.

BANGKOK - Thailand akan mengurangi kesenjangan perdagangannya dengan Amerika Serikat (AS) sebanyak 15 miliar dollar AS setiap tahunnya dengan menerapkan inisiatif terbaru yaitu dengan mencegah penyalahgunaan aturan asal untuk ekspor.

Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, pada Selasa (20/5) mengatakan Pemerintah berkomitmen menerjemahkan serangkaian kebijakan anti-penghindaran perdagangan ke dalam tindakan untuk memastikan Thailand menjalin kemitraan jangka panjang yang adil dan seimbang dalam perdagangan dan investasi dengan AS.

Pichai dalam konferensi Kamar Dagang Amerika di Bangkok seperti dikutip dari

Bangkok Post, pemotongan tersebut akan mewakili sekitar sepertiga dari surplus perdagangan Thailand yang tercatat sebesar 46 miliar dollar AS dengan Washington pada tahun lalu.

Thailand yang bergantung pada perdagangan telah mengajukan kerangka proposal kepada pemerintahan Trump untuk memulai negosiasi resmi guna menghindari tarif sebesar 36 persen atas barang-barangnya.

Penawaran Thailand, termasuk langkah-langkah untuk mengatasi pengalihan rute perdagangan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok, penurunan hambatan tarif dan non-tarif, serta peningkatan investasi, dapat menguntungkan kedua negara.

“Saya yakin bahwa kami memiliki serangkaian proposal praktis dan layak yang dapat secara efektif menghasilkan hasil yang saling menguntungkan dan memberikan kemenangan cepat yang nyata,” kata Pichai, yang ditunjuk untuk memimpin delegasi Thailand dalam perundingan dengan pejabat AS.

Thailand juga mendesak kesepakatan dagang dengan AS untuk meminimalkan dampak terhadap ekonominya menyusul serangkaian pemangkasan proyeksi pertumbuhan dari bank sentral dan Bank Dunia. AS merupakan pasar ekspor terbesar Thailand tahun lalu, yang mencakup sekitar 18 persen dari total pengiriman negara tersebut.

Pada hari Senin, Thailand mengatakan akan menangguhkan promosi investasi untuk sektor-sektor tertentu yang membawa risiko kelebihan pasokan atau dampak negatif terhadap lingkungan dan akan memastikan pengawasan yang lebih ketat terhadap proposal investasi baru untuk memastikan proses produksi penting terjadi di negara tersebut.

Mereka juga telah menyederhanakan proses penerbitan sertifikat asal dan menambahkan lebih banyak produk industri ke dalam daftar pantauan.

“Dengan Thailand menjajaki lebih banyak investasi oleh perusahaan swasta di AS, akan ada lebih banyak kolaborasi di bidang energi, teknologi dan infrastruktur digital, pariwisata kesehatan dan industri kreatif,” kata Pichai.

“Perusahaan-perusahaan Thailand dapat segera berinvestasi sedikitnya 2 miliar dollar AS di AS, kata Nalinee Taveesin, Presiden Perwakilan Dagang Thailand, minggu lalu setelah memimpin delegasi eksekutif sektor swasta ke AS.

Negara Asia Tenggara itu juga telah menyatakan minatnya untuk bergabung dalam proyek jaringan pipa gas besar-besaran di Alaska yang didukung oleh Presiden Donald Trump.

Tidak Fair

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.