Mendag Minta Mendes Jelaskan Usulan Penghentian Ekspansi Ritel Modern

Rabu, 25 Feb 2026, 16:05 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan menemui Menteri Desa (Mendes) dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan detail mengenai usulan penghentian ekspansi bisnis ritel modern.

Pemerintah ingin memastikan arah kebijakan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih tidak merugikan iklim usaha nasional. Budi mengaku telah mengagendakan diskusi khusus guna membahas isu strategis yang sedang berkembang tersebut.

Ket. Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso — Sumber: RRI/Eliana Zahra

“Saya, saya rencananya ketemu Pak Menteri Desa (Mendes) dan Pembangunan Daerah Tertinggal ya. Saya belum tahu maksudnya seperti apa sebenarnya,” ujar Budi saat ditemui di Stasiun Gambir Jakarta, Selasa (24/2).

Kedua menteri tersebut sedianya sudah menjadwalkan pertemuan namun masih terkendala oleh agenda masing-masing pihak. Kementerian Perdagangan akan mempertanyakan landasan usulan penghentian ekspansi gerai ritel yang tersebar luas di seluruh wilayah.

“Saya dan Pak Mendes kemarin memang berjanji bertemu karena ada acara lain. Sekalian saya ingin menanyakan maksud pernyataan tersebut,” kata Budi.

Direktur Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menegaskan aturan penyebaran toko ritel sudah berlaku sangat jelas. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tentang Perdagangan telah mengatur zonasi penempatan toko ritel modern.

Kementerian Perdagangan menilai keberadaan ritel berjejaring saat ini masih sangat jarang ditemukan pada wilayah pedesaan. Mayoritas toko ritel modern lebih banyak menyebar dan beroperasi di wilayah perkotaan yang padat penduduk.

“Jadi sampai sekarang kita masih jarang sekali menemukan retail modern yang berjejaring, itu ada di desa-desa. Jadi saya pikir enggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan retail modern,” ujar Iqbal.

Koperasi desa dan ritel modern dianggap telah memiliki pangsa pasar yang berbeda serta sangat spesifik. Koperasi fokus menampung hasil karya masyarakat sementara ritel modern menyediakan produk-produk manufaktur skala besar.

Struktur barang yang dijual oleh jaringan minimarket modern didominasi oleh produk olahan pabrik hingga 90 persen. Hal tersebut membuat persaingan antara koperasi desa dan ritel modern tidak menjadi sebuah masalah besar.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terhadap perkembangan gerai minimarket yang dinilai sudah merajalela. Ia mendesak pemerintah untuk memberikan keberpihakan yang lebih nyata bagi kemajuan ekonomi masyarakat desa.

Jumlah gerai ritel modern di Indonesia tercatat telah menembus angka lebih dari 20 ribu unit. Kondisi tersebut dipandang dapat mengancam eksistensi Koperasi Desa Merah Putih jika tidak segera dibatasi pengembangannya.

“Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ, sudah 20.000 lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa itu merajalelanya, dia lagi, dia lagi, dia lagi,” kata Yandri. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.