Jalan Rusak Jadi Sorotan, Pemkab Bekasi Percepat Proyek Perbaikan Sebelum Operasi Ketupat
Selasa, 24 Feb 2026, 02:30 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan, terutama pada lintasan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/ 2026 Masehi, demi memastikan keselamatan, kelancaran serta kenyamanan para pemudik pada periode arus mudik hingga balik mendatang.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan perbaikan jalan menjadi prioritas utama pada awal tahun ini melalui skema pergeseran anggaran berikut percepatan jadwal kegiatan proyek pembangunan fisik tersebut dari semula pada semester kedua menjadi semester pertama.
"Kami telah menggeser jadwal proyek agar bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Insya Allah sebelum Lebaran kita pastikan jalan di Kabupaten Bekasi sudah diperbaiki semua," katanya di Cikarang, Senin (23/2).
Dia menyatakan perbaikan jalan juga diupayakan melalui skema bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya pada ruas berstatus jalan provinsi seperti Jalan KH Raden Ma'mun Nawawi.
"Saya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk memperbaiki ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Bekasi. Kita komunikasikan dengan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi Jabar," katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Komisaris Pol. Sugihartono menilai kondisi jalan di wilayah Kabupaten Bekasi saat ini masih jauh dari ideal. Lubang-lubang besar dan beton hancur kerap dijumpai bahkan di ruas lintasan pemudik maupun Tol Jakarta-Cikampek.
"Idealnya harus semakin bagus, karena setiap ada kegiatan kami evaluasi seperti apa kondisi-kondisi jalannya. Faktanya, ya agak prihatin juga," ujarnya.
Ia mengaku telah meminta kepada otoritas terkait untuk segera melakukan perbaikan jalan sehingga dapat tuntas saat musim mudik dimulai atau bertepatan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
"Sudah kami sosialisasikan dalam rapat bahwa ini kewenangan tanggung jawab penyelenggaranya siapa, mereka harus tanggung jawab. Nanti pada saat Operasi Ketupat sudah tidak ada lubang," katanya.
Hasil pemantauan lapangan, kerusakan terjadi di hampir semua jalur mudik utama mulai dari Jalan Pantura sepanjang Tambun Selatan hingga Kedungwaringin yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum hingga Jalan Inspeksi Kalimalang yang menjadi kewenangan Pemkab Bekasi.
"Yang jelas setiap kawasan mulai Tambun sampai Kedungwaringin atau Pantura maupun Kalimalang ada semua. Kondisinya lubang-lubang, diameter 30 sentimeter, ada yang 20 sentimeter. Termasuk Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola Jasa Marga," ujarnya.
Sugihartono menyebut kerusakan cukup parah juga terjadi di Jalan KH. Raden Ma'mun Nawawi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jalur provinsi itu bahkan menjadi titik rawan karena kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Kami sudah koordinasikan semua, jangan sampai nanti pada saat Operasi Ketupat, ada permasalahan di jalur provinsi itu," kata dia.
- Pemkab Bekasi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Maskapai Global Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah Menyusul Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bangun Perumahan Rakyat, Menteri Ara: Pentingnya Kolaborasi Data dan Dukungan DPR
-
Provinsi Gorontalo Resmi Jadi Daerah Inovatif
-
BPBD Kotawaringin Timur Turunkan Tim untuk Tangani Kerusakan di Lapangan akibat Angin Kencang
-
Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Pemkab Bekasi Usulkan Bangun Flyover di Telaga Asih dan Underpass di Lemahabang
-
Tim SAR Gabungan Cari Anak Hilang di Lombok Timur
-
Jelang Idul Adha 2026, Bekasi Terjunkan 32 Petugas Awasi Hewan Kurban, Warga Wajib Tahu Ciri Sehatnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.