Sri Sultan: Pendidikan Tanggung Jawab Kolektif, Bukan Sekadar Formalitas

Jumat, 24 Jul 2026, 16:10 WIB

SLEMAN - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif bukan sekadar formalitas.

"Akademis penting namun jauh lebih penting adanya ruang pembentukan karakter, pintar saja tidak cukup namun diperlukan pembentukan karakter bagi manusia," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meresmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Trimulyo, Sleman, Jumat (24/7).

Ket. Foto: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X — Sumber: antara foto

Menurut dia, saat ini kita dihadapkan pada perkembangan teknologi AI yang serba cepat.

"Tetapi AI tidak bisa melatih manusia menghadapi kegagalan dan kegelisahan yang menyertai proses berpikir," katanya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Sleman Harda Kiswaya serta Ketua Yayasan De Britto Romo Pitoyo meresmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto yang berlokasi di Kalurahan (setingkat desa) Trimulyo, Kapanewon (Kecamatan) Sleman.

Ketua Yayasan De Britto Romo Pitoyo mengatakan Laboratorium Alam dibangun dengan filosofi sebagai "ruang membentuk orang".

"Ruang tidak hanya berfungsi sebagai wadah pasif, tetapi juga menjadi entitas yang mampu membentuk perilaku, pola pikir, emosi, hingga identitas seseorang," katanya.

Ia mengatakan melalui Laboratorium Alam ini peserta didik diharapkan memperoleh ruang pembelajaran lintas disiplin yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan kepemimpinan, sekaligus menjadi ruang refleksi dalam proses pembentukan karakter.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik dengan adanya Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto ini karena fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengalaman belajar secara langsung.

"Laboratorium alam dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan peserta didik berinteraksi langsung dengan alam," katanya.

Ia mengatakan melalui pendekatan "experiential learning", para siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Tabuh Genderang Perang Dagang, Iran Siap Pasang Badan Hadapi Gempuran Ekonomi AS

Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

Upaya Lepas dari Jerat Opium, Afghanistan Bangun Fasilitas Rehabilitasi Narkoba

Lindungi Warganya di Luar Negeri, Vietnam Perketat Aturan Pekerja Migran

Ruben Onsu Akan Diperiksa Polres Metro Jaksel pada Jumat 28 Agustus

BNPB Catat Jumlah Korban Jiwa Gempa NTT Jadi 103 Orang

Resmi! Persib Bandung Luncurkan Jersey Baru Musim 2026/2027

Di Balik Canggihnya Kompetisi Robotika Dunia, Keamanan Jaringan jadi Kunci Peserta Pakai Jaringan WLAN/5G Khusus

Pascakebakaran Desa Sade, ASITA NTB Siapkan Paket Wisata Alternatif Jelang MotoGP

TNI AU Gencarkan Operasi Udara Percepat Pemadaman karhutla di Kalsel

93 Inovasi Pelajar Bersaing Tawarkan Solusi bagi Kabupaten Bogor

Pemkab Banjar Dorong Kue Tradisional Jadi Produk Kreatif Bernilai Jual.

Film Terbaru Resident Evil Versi Zach Cregger Tampilkan Cerita Baru dan Sensasi ala Gim

Tarif LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Masih Rp5.000 hingga Oktober

BI: Penjualan Produk UMKM pada Pameran KKI 2026 Naik 46 Persen

Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO 2027-2032

Jaringan Kedai Kopi asal Korsel, Angel-in-us, Siap Beroperasi di Indonesia

Tanggapi OMC Pemprov DKI, DPRD Minta Jalur Komunikasi Darurat Bencana Dipercepat

Polda Sumsel Jadikan Desa sebagai Garis Terdepan Pencegahan Karhutla

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Mayoritas Kota Besar Indonesia Cerah Berawan hingga Berawan Tebal.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.