Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mulai 2026, Pendidikan Khas Kejogjaan Wajib di Sekolah se-DIY

📅 Senin, 23 Feb 2026, 20:42 WIB | Oleh:
Mulai 2026, Pendidikan Khas Kejogjaan Wajib di Sekolah se-DIY Doc: Antara Foto
Ket. Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta segera menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) di seluruh sekolah pada tahun pelajaran baru 2026-2027, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. 

Ketua Dewan Pendidikan DIY Sutrisna Wibawa mengatakan kebijakan itu merupakan arahan langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar nilai-nilai Yogyakarta menjiwai seluruh peserta didik. 

"Tadi kami diminta untuk segera ada 'kepyakan' atau peresmian untuk dilakukan di semua sekolah, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan juga perguruan tinggi," ujar dia usai bertemu Gubernur DIY di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin.  

Sutrisna menjelaskan pelaksanaan PKJ sebenarnya telah dimulai sejak 2024 di beberapa sekolah sebagai uji coba.

Dari hasil evaluasi di sepuluh sekolah, pengaruh PKJ terhadap pembentukan karakter peserta didik terbilang positif, dengan nilai rata-rata 4,1 pada indikator pengukuran karakter yang menggunakan skala 1 hingga 5. 

"Artinya ini sudah bagus. Karena itu kami pun merasa sekolah lain perlu untuk melaksanakannya juga," kata dia.

Menurut dia, PKJ merupakan pendidikan tentang nilai-nilai Yogyakarta yang terkait dengan karakter. 

Meski menyandang istilah pendidikan, PKJ bukanlah mata pelajaran baru. Keilmuan itu disisipkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, seperti Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, IPS, maupun pendidikan agama. 

Dia mencontohkan, dalam pendidikan agama, filosofi "sangkan paraning dumadi" yang mengajarkan asal usul dan tujuan manusia diciptakan dapat disisipkan, sementara pelajaran Bahasa Indonesia atau IPS dapat disisipi wacana-wacana khas Yogyakarta. 

Untuk tingkat perguruan tinggi, menurut dia, PKJ dapat diberikan sejak pengenalan kampus sebagaimana telah mulai dilaksanakan beberapa perguruan tinggi di DIY.

Sutrisna berharap ke depan semakin banyak penggalian nilai dan budaya Yogyakarta dari sisi keilmuan.

"Untuk pelaksanaannya, saat ini buku PKJ maupun media-media pembelajarannya sudah siap. Kami juga sudah menyiapkan serangkaian bimbingan teknis dan akan terus berlanjut kami lakukan," ujar Sutrisna. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Inggris Segera Larang Anak ...
Nasional
KPK Tangkap Tangan Bupati M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
IHSG Hari Ini Tertekan Dua Arah Sekaligus, Pasar Kehilangan Momentum

IHSG Hari Ini Tertekan Dua Arah Sekaligus, Pasar Kehilangan Momentum

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.