Masjid Negara IKN Jadi Mercusuar Toleransi Beragama
Senin, 23 Feb 2026, 03:27 WIBNUSANTARA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi mercusuar toleransi antarumat beragama, karena umat yang beribadah juga mendapat siraman rohani tentang bagaimana harus menghargai agama lain dan menghormati perbedaan.
âMasjid Negara ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat, bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini juga akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, sekaligus menjadi rumah besar untuk kemanusiaan,â ujar Nasaruddin di IKN, Kalimantan Timur, akhir pekan Âkemarin.
Sebelumnya, saat menjadi khatib Shalat Jumat di masjid tersebut, dalam khutbahnya, Menag menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis, bukan sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan juga menjadi tempat pembinaan mental, spiritual, hingga pembangunan sosial.
Kunjungan Menag ke IKN tersebut menjadi makna tersendiri menjalani Ramadan di Nusantara, tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga menjadi perekat kebersamaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja konstruksi, dan masyarakat sekitar yang bersama-sama membangun ibu kota.
Kunjungan tersebut memberi bukti nyata dan menegaskan komitmen Otorita IKN bahwa pembangunan Nusantara dilaksanakan secara menyeluruh, tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, pelayanan publik, serta ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.
Menag menyebut Masjid Istiqlal di Jakarta dan Masjid Negara IKN di Kecamatan Sepaku adalah masjid kembar sebagai pusat kegiatan keagamaan nasional.
âMasjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN adalah masjid kembar,â ujar Menag Nasaruddin Umar di Penajam, Minggu (22/2).
âIlmu apapun yang diterima di Masjid Istiqlal sama yang diterima Masjid Negara IKN,â tambahnya.
Kehadiran Menag Nasaruddin Umar tersebut menjadi langkah awal sinergi pengelolaan antara Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN sebagai pusat kegiatan keagamaan Ânasional.
Kementerian Agama (Kemenag) bakal menghadirkan berbagai program, kata dia, antara lain beasiswa pendidikan kader ulama bagi masyarakat Kaltim dan program penayangan kajian keagamaan yang disiarkan secara langsung serta terhubung antara Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN.
Pendidikan kader ulama Indonesia bagian timur di Masjid Negara IKN dan Indonesia bagian barat di Masjid Istiqlal, kata Menag, program kajian keagamaan ditayangkan secara bergantian dan disiarkan langsung dari Jakarta maupun IKN. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gelar RUPST 2025, PPRO Dorong Akselerasi Pemulihan dengan Penguatan Fundamental Usaha
-
KDM Kirim Karangan Bunga Hitam-Putih HUT Jakarta, Banjir Apresiasi di Balai Kota
-
Kecelakaan Tunggal di Cikoko, Transjakarta Minta Maaf
-
Andoni Iraola Tiba di Liverpool, Selangkah Lagi Resmi Gantikan Arne Slot di Anfield
-
Jalan, Irigasi, Sekolah Rakyat Dikebut: Kementerian PU Kawal Ketat Program Prioritas Presiden
-
160 Kios Ilegal di Kawasan Puncak Cianjur Dibongkar, Pedagang Terima Kompensasi Rp10 Juta
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Naikkan Target Pendapatan Negara 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.