Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ShopeePay dan SeaBank Indonesia Tutup Spark Student Ambassador 2025, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 13:25 WIB | Oleh:
ShopeePay dan SeaBank Indonesia Tutup Spark Student Ambassador 2025, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Doc: ShopeePay
Ket. Sebanyak 36 mahasiswa yang menjadi Spark Student Ambassador. ShopeePay dan SeaBank Indonesia menggelar Spark Class of 2025: Awarding Night sebagai penutup program literasi keuangan yang membekali 36 mahasiswa dengan pemahaman fintech, kepemimpinan, dan manajemen finansial.

JAKARTA – ShopeePay dan SeaBank menutup rangkaian Spark Student Ambassador Program melalui acara Spark Class of 2025: Awarding Night pada hari Jumat (20/2). Pada momen ini kedua perusahaan memberikan apresiasi kepada 36 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

“Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman literasi keuangan yang lebih aplikatif, sekaligus memperkenalkan dinamika industri fintech yang semakin teregulasi dan berbasis kepercayaan,” kata Direktur Utama ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari (Lala), melalui siaran pers pada hari Jumat (21/2).

Diselenggarakan di kantor SeaBank Indonesia pada beberapa waktu lalu, acara ini menjadi penutup dari program yang berlangsung sejak September 2025 hingga Januari 2026. Selama lima bulan, peserta mengikuti sesi pembelajaran terstruktur, inisiatif berbasis kampus, dan kegiatan pengembangan diri yang bertujuan membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

“Melalui Spark Student Ambassador Program, kami ingin membangun pemahaman literasi keuangan yang lebih baik di kalangan mahasiswa, agar mereka dapat mengenal, menggunakan, dan memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih bijak, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” terang Lala.

Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia Junedy Liu menuturkan pihaknya percaya literasi keuangan yang baik perlu dibangun sejak masa mahasiswa. Tujuannya untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat sepanjang hidup.

“Melalui Spark, kami mendorong mahasiswa untuk memahami dasar pengelolaan keuangan dan menggunakan layanan keuangan digital secara sadar, sehingga dapat menjadi pengguna yang lebih bijak, hati-hati, dan bertanggung jawab,” jelas Junedy.

Selain pembelajaran teknis, Spark juga menekankan penguatan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah — keterampilan yang dinilai krusial bagi generasi muda yang akan memasuki industri keuangan digital yang dinamis dan berada dalam pengawasan regulator.

Belajar dari Pengalaman Nyata untuk Terus Bertumbuh

Sebagai bagian dari rangkaian Awarding Night, peserta mengikuti sesi dialog bertajuk “Achieving Financial Freedom” bersama perencana keuangan Prita Ghozie, CFP, Principal Consultant Zapfinance. Diskusi ini menyoroti pentingnya menetapkan tujuan finansial yang realistis, membangun disiplin, serta menjadikan literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan finansial jangka panjang — isu yang semakin relevan di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital.

Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan karier di industri fintech melalui sesi panel bersama narasumber dari ShopeePay dan SeaBank. Sesi ini membahas jalur karier, realitas dunia kerja, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk berkembang di sektor yang terus bertumbuh.

Apresiasi untuk Para Agen Perubahan

Menandai penutupan program, ShopeePay dan SeaBank memberikan penghargaan kepada para student ambassador atas partisipasi aktif dan kontribusi mereka sepanjang program berlangsung. Raihan Naufal (Universitas Indonesia), Siti Amalia N. (Universitas Indonesia), dan Yoga Eka P. (Universitas Indonesia) memperoleh pengakuan atas keterlibatan dan kontribusi mereka, disertai penghargaan Best Group Performance serta sertifikat apresiasi bagi seluruh peserta.

Raihan Naufal, peraih Top 1 Individual Performance Spark Student Ambassador, mengatakan program ini mengajarkan pentingnya mengelola keuangan secara bijak, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi di lingkungan kampus.

“Melalui berbagai aktivitas dan kolaborasi dengan mahasiswa lain, saya turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan teman sebaya. Pengalaman ini sangat berharga, tidak hanya untuk perkuliahan saya, tetapi juga dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.