Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Perlu Khawatir, Pemkab Bantul Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Selama Ramadhan

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Perlu Khawatir, Pemkab Bantul Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Selama Ramadhan Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Pedagang kebutuhan pokok di Pasar rakyat Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

BANTUL – Ketersediaan stok bahan pokok strategis selama Ramadhan menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di masyarakat.

Dengan pasokan yang memadai, fluktuasi harga dapat diminimalkan, inflasi terkendali, dan potensi gejolak sosial akibat kelangkaan dapat dicegah.

Manajemen stok yang efektif membutuhkan koordinasi antara produsen, distributor, dan pemerintah, termasuk pemantauan real-time serta penyesuaian kebijakan logistik.

Strategi ini tidak hanya menjamin kebutuhan konsumsi meningkat saat puasa dan Lebaran, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan jangka menengah dan panjang.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan stok bahan pokok strategis aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan 1447 Hijriah.

"Harga sejumlah bahan pokok di awal Ramadhan memang ada sedikit kenaikan, namun stok di pasar yang ada di aplikasi kami masih tersedia dan aman," kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul Prapta Nugraha di Bantul, Jumat (20/2).

Berdasarkan data yang ada di aplikasi Sistem Harga Pangan (Sigapan) Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, bahwa stok cabai merah keriting di Pasar Bantul sebanyak 30 kilogram, cabai rawit merah 25 kilogram, dan cabai rawit hijau 10 kilogram.

Kemudian stok beras premium sebanyak 12.500 kilogram, beras medium 7.500 kilogram, sedangkan stok bawang merah mencapai 200 kilogram, kemudian bawang putih sebanyak 180 kilogram.

Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat atau konsumen bahan pokok di Bantul tidak melakukan aksi borong karena khawatir kehabisan stok kebutuhan pokok, karena perilaku tersebut dapat memicu kelangkaan bahan pokok.

"Harapan kami tidak ada kepanikan dalam pembelian, beli bahan pokok sewajarnya dan sesuai kebutuhan saja. Dan kalau stok bahan pokok kami dari laporan masih ada, belum ada kelangkaan, stok masih cukup," katanya.

Sedangkan terkait dengan harga bahan pokok, kata dia, yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai, kemudian daging ayam, namun kenaikannya tidak signifikan, sementara sejumlah bahan pokok lainnya masih stabil.

"Harga cabai rata rata masih di atas Rp80 ribu, masih tinggi, semoga di bulan Februari ini dan informasi dari Dinas Pertanian akan ada panen cabai, sehingga harapannya harganya semakin terkendali," katanya.

Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Bantul Ami (60) mengatakan untuk harga jual cabai rawit merah saat ini tembus Rp105 ribu per kilogram, harga cabai merah keriting Rp70 ribu per kilogram, dan cabai hijau keriting sekitar Rp30 ribu per kilogram.

"Kalau cabai rawit merah sebelumnya Rp88 ribu per kilogram, cabai merah keriting sebelumnya Rp42 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram, dan cabai hijau keriting Rp25 ribu per kilogram," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Jeritan dari Lebanon: 1,4 J...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.