Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ormas Dilarang Keras 'Sweeping' Warung Makan, Polda Metro Jaya: Jangan Main Hakim Sendiri

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 18:16 WIB | Oleh:
Ormas Dilarang Keras 'Sweeping' Warung Makan, Polda Metro Jaya: Jangan Main Hakim Sendiri Doc: ANTARA/Ilham Kausar
Ket. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/1).

JAKARTA - Polda Metro Jaya secara tegas mengimbau seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk tidak melakukan aksi penertiban sepihak atau sweeping terhadap rumah makan yang tetap beroperasi pada siang hari selama bulan Ramadan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan bahwa menjaga kekhusyukan ibadah puasa harus dibarengi dengan semangat toleransi terhadap warga yang tidak berpuasa.

Senada dengan pihak kepolisian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyatakan tanggung jawabnya dalam menjamin situasi Ibu Kota tetap kondusif, seraya menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi aksi main hakim sendiri yang dapat mencederai kerukunan antarumat beragama.

"Dihimbau untuk ormas tidak melaksanakan 'sweeping' (penertiban/razia ilegal), di umah makan, karena memang ada juga saudara-saudara kita yang tidak melaksanakan ibadah puasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Budi juga menjelaskan dengan tidak melakukan hal itu maka akan meningkatkan dan membangun rasa toleransi antarumat beragama.

"Kami hanya memberikan himbauan. Artinya, untuk kita lebih bijak untuk tidak melaksanakannya," katanya.

Dia juga menambahkan kepada masyarakat untuk melaporkan apabila melihat adanya tempat hiburan malam yang melebihi atau mendahului jam buka operasional.

"Ada layanan 110 apabila melihat mungkin adanya tempat hiburan yang melebihi jam buka ataupun mendahului yang harusnya buka setelah tarawih dimulai jam 21.00 WIB, tapi buka lebih sore," kata Budi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI secara tegas melarang organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk merazia rumah makan selama Ramadhan tahun ini guna menjaga ketertiban dan kerukunan di Ibu Kota.

"Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada 'sweeping',” kata Gubernur DKI Pramono Anung di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Jakarta, Sabtu (14/2).

Pramono menegaskan bahwa menyambut Ramadhan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan.

Ia mengatakan, sebagai kepala daerah dirinya bertanggung jawab menjaga situasi tetap kondusif, terutama karena Jakarta merupakan kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Menurut dia, momentum Ramadhan harus menjadi ajang memperkuat toleransi antarumat beragama, bukan justru memunculkan permasalahan sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.