- Home
-
- Megapolitan
-
- Cegah Tawuran Usai Sahur, ...
Cegah Tawuran Usai Sahur, Polsek Pademangan Lakukan Penyekatan di Sejumlah Lokasi
Kamis, 19 Feb 2026, 10:16 WIBJAKARTA - Polsek Pademangan, Jakarta Utura, akan melakukan penyekatan di sejumlah lokasi perbatasan serta patroli wilayah sebagai upaya mencegah terjadinya tawuran hingga kegiatan "Sahur On The Road" (SOTR) saat bulan Ramadan 1447 Hijriah.
âKami mendirikan pos pantau yang akan ditempati personel kepolisian, TNI, serta ormas untuk menjaga keamanan, ketertiban, masyarakat selama bulan Ramadan,â kata Kapolsek Pademangan Kompol Immanuel Sinaga di Jakarta, Kamis (19/2).
Dalam kegiatan ini, pihaknya melibatkan masyarakat dengan menerapkan kolaborasi tiga pilar, yakni kecamatan, Koramil serta perangkat wilayah seperti LMK, FKDM, Karang Taruna dan lainnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tidak dapat dilakukan sendiri tapi harus secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat serta pemangku kebijakan.
âIni sesuai dengan arahan Kapolda Metro Jaya agar bersama-sama dengan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,â kata dia.
Polsek Pademangan mendirikan empat pos pemantauan di Jalan Gurun Sahari dekat Maspion, Jalan Benyamin Sueb, di kawasan Bintang Mas dan dekat Masjid Keramat.
Menurut dia, pos-pos ini berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta menjadi lokasi rawan aksi tawuran.
âKami juga melibatkan RT dan RW yang lebih dekat dengan masyarakat melakukan sosialisasi agar tidak ada yang terlibat tawuran dan SOTR,â kata dia.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga melakukan patroli rutin dan jika melihat anak remaja yang masih berkeliaran di atas pukul 00.00 WIB maka mereka akan digelandang ke Polsek Pademangan untuk dibina.
Setelah itu, besok harinya para orang tua, guru, Ketua RT, Ketua RW harus hadir ke Polsek untuk menjemput anak tersebut agar bisa pulang.
âIni sebagai efek jera agar tidak ada lagi anak yang keluyuran malam hari dan berujung pada aksi tawuran,â katanya.
Ia mengatakan, sebagai daerah perlintasan, wilayah Pademangan menjadi lokasi pilihan untuk aksi tawuran bagi pelajar maupun antar kampung.
Mereka berkomunikasi dengan saling ejek dan mengajak tawuran di media sosial di kawasan Pademangan. Ada juga yang berawal dari perang sarung, main petasan hingga berujung perkelahian
âJadi saat akan masuk ke wilayah langsung kita hadang dan suruh putar balik,â kata dia.
Ia mengatakan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi aksi tawuran apalagi yang menggunakan senjata tajam dan dapat berujung pada kehilangan nyawa.
âKami tidak ingin itu terjadi dan kami kumpulkan seluruh pihak terkait, masyarakat untuk menyamakan visi agar hal ini tidak terjadi,â kata dia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polres Nagan Raya Salurkan Bantuan Kapolri untuk Korban Banjir Bandang Beutong Ateuh
-
Musrenbang Sambas 2027 prioritaskan penguatan sektor pertanian
-
UTU Kerahkan 100 Mahasiswa PKM ke Lokasi Bencana di Aceh Barat
-
Minggu, SIM Keliling Hanya Buka di Tiga Lokasi Jakarta
-
Lepas Lulusan Diklat BP2TL Jakarta, BPSDMP Dorong Transformasi Pelaut di Masa Depan
-
Dirut Pertamina Pastikan Mudik Idulfitri 1447 H Nyaman dengan Pasokan Energi Aman
-
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK di Kasus Kuota Haji
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.