UTU Kerahkan 100 Mahasiswa PKM ke Lokasi Bencana di Aceh Barat
Sabtu, 07 Feb 2026, 07:20 WIBMeulaboh -- Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh mengerahkan 100 orang mahasiswa dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) berdampak Tahun 2026 di ke lokasi bencana alam banjir bandang di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat sebagai upaya membantu proses pemulihan pascabencana banjir bandang di daerah ini.
âProgram ini menjadi bukti nyata kehadiran kampus di tengah masyarakat melalui penguatan kesehatan, penyediaan air bersih, pemulihan lahan terdampak, serta pendampingan psikososial ibu dan anak,â kata Kepala LPPM UTU Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Yuliatul Muslimah di Meulaboh, Jumat.
Ia menyebutkan, PKM Berdampak Tahun 2026 merupakan program pengabdian mahasiswa yang difokuskan pada pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya daerah terdampak banjir.
Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan langsung perguruan tinggi dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana melalui pendekatan berbasis kebutuhan lokal.
Yuliatul Muslimah menjelaskan secara keseluruhan terdapat 8 kelompok yang dinyatakan lulus PKM Berdampak, dengan dua lokasi berada di Kabupaten Aceh Barat, yakni Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen.
PKM Berdampak tidak hanya menghadirkan solusi, tetapi juga menumbuhkan semangat meuseuraya dan gotong royong demi Aceh Barat yang lebih tangguh.
Setiap desa akan ditempatkan 50 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi dan lintas fakultas di lingkungan UTU, sehingga pendekatan yang dilakukan bersifat multidisipliner.
Di Desa Lawet, mahasiswa akan fokus pada isu kesehatan, penguatan konsep gampong tangguh, serta penyediaan air bersih. Sementara di Desa Jambak, kegiatan lebih diarahkan pada pemulihan lahan terdampak melalui Program Meuseuraya serta pendampingan psikososial melalui edukasi ibu dan anak.
Melalui PKM Berdampak ini, UTU Meulaboh Aceh Barat berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
Program ini melibatkan sejumlah himpunan mahasiswa UTU Meulaboh yang akan berkolaborasi dengan masyarakat di Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat melalui penguatan kesehatan, air bersih, pemulihan lahan terdampak, serta pendampingan psikososial ibu dan anak.
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UTU Meulaboh dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan bencana di Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Barat.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika menjadi bukti peran strategis kampus dalam menjawab persoalan sosial kemasyarakatan.
âKami sangat mengapresiasi kehadiran UTU melalui PKM Berdampak ini. Ini bukan sekadar program akademik, tetapi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kampus dalam membantu masyarakat korban bencana,â ujar Said Fadheil.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
#IndonesiaGelap, Alarm bagi Publik Agar Tak Terlena Narasi Penguasa
-
Tim SAR bentuk tiga tim cari korban banjir di Padangsidimpuan
-
Gubernur Yulius Selvanus: Museum Provinsi Sulut Direvitalisasi Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Budaya
-
Penanganan pascabanjir Bogor
-
Rumania dan Bulgaria Gabung dalam Zona Schengen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.