Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPAI Desak Sinergi Nasional Cegah Kekerasan terhadap Anak

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 12:10 WIB | Oleh:
KPAI Desak Sinergi Nasional Cegah Kekerasan terhadap Anak Doc: Antara Foto
Ket. Tim petugas Sentra Efata Kementerian Sosial berdialog dengan keluarga dari anak Sekolah Dasar yang meninggal dunia dan diduga nekad mengakhiri hidup akibat keterbatasan ekonomi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta sinergi dan kolaborasi antarkementerian/lembaga benar-benar dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak termasuk mencegah kembali terjadinya kasus anak mengakhiri hidup.

"Kami berharap lintas kementerian lembaga betul-betul melakukan pencegahan secara serentak agar anak-anak tidak ada lagi yang mengakhiri hidup. Pencegahan dimulai dari keluarga, sekolah, dan penguatan resiliensi anak-anak," kata anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Hal ini dikatakannya menanggapi kasus anak perempuan (14) yang diduga mengakhiri hidup di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Polisi saat ini masih menyelidiki kasus ini, termasuk mendalami adanya dugaan perundungan.

"KPAI sedang berkoordinasi dengan semua pihak atas kejadian ini terutama di PPU (Penajam Paser Utara), agar anak yang meninggal diketahui dengan pasti penyebab kematiannya. Dan jangan sampai anak mendapat stigma negatif," kata Diyah Puspitarini.

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa remaja perempuan (14) itu terjadi pada Kamis (12/2).

Kematian korban diketahui pertama kali oleh bibinya.

Dua pekan sebelumnya, kasus anak diduga mengakhiri hidup terjadi di Kabupaten Ngada, NTT, pada Kamis (29/1), yang diduga karena kondisi ekonomi keluarga.

Anak laki-laki berinisial YBR (10), seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.

Semasa hidup, korban tinggal bersama neneknya yang berusia lanjut, sementara ibunya berinisial MGT (47) tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. Sementara dua saudara tiri korban sudah berusia dewasa dan merantau ke Papua dan Kalimantan.

Ibu korban menafkahi lima anak, termasuk korban.

Korban adalah anak bungsu dari lima bersaudara.

Ayah kandungnya pergi merantau saat korban masih di kandungan ibunya, dan hingga kini tak pernah kembali.

Anak akhiri hidup di PPU warning Indonesia darurat anak akhiri hidup

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan kasus anak mengakhiri hidup di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan kasus anak mengakhiri hidup yang ke-4 pada 2026, sehingga menjadi peringatan keras Indonesia darurat kasus anak mengakhiri hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.