Liga Champions: Benfica vs Real Madrid, Ujian Konsistensi dan Misi Balas Dendam di Lisbon

Selasa, 17 Feb 2026, 07:30 WIB

LISBON – Benfica menjamu Real Madrid di Estadio da Luz, Rabu (18/2) dini hari WIB, dalam leg pertama play-off Liga Champions yang sarat gengsi dan potensi drama.

Tuan rumah datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan sensasional 4-2 atas Los Blancos pada pertemuan sebelumnya di fase liga. Hasil itu bukan sekadar tiga poin, melainkan penegasan bahwa Benfica mampu menghukum kelemahan pertahanan tim sekelas Madrid.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Benfica vs Real Madrid. — Sumber: AFP

Benfica lolos ke babak play-off secara dramatis pada matchday terakhir, finis di peringkat ke-24 hanya berkat keunggulan selisih gol. Dari delapan laga, mereka membukukan tiga kemenangan dan lima kekalahan, statistik yang mencerminkan inkonsistensi, tetapi cukup efektif untuk bertahan.

Tim asuhan Jose Mourinho menunjukkan ketahanan dalam beberapa pekan terakhir. Empat kemenangan dan satu hasil imbang dari lima laga di semua kompetisi menjadi bekal penting jelang duel besar ini. Teranyar, mereka menang 2-1 di markas Santa Clara.

Estadio da Luz kembali menjadi andalan. Di kandang, Benfica konsisten menyulitkan lawan dengan intensitas tinggi dan transisi cepat. Sepanjang fase liga, mereka mencetak 10 gol dan kebobolan 12 kali, angka yang menegaskan kombinasi daya serang tajam sekaligus rapuh di lini belakang.

Menariknya, lima laga terakhir Benfica di Liga Champions selalu menghasilkan pemenang (tiga menang, dua kalah), menunjukkan karakter tim yang jarang bermain aman. Kemenangan 4-2 atas Madrid tetap menjadi sorotan utama kampanye mereka, laga yang memperlihatkan kemampuan mereka mengeksploitasi celah organisasi pertahanan lawan.

Di sisi lain, Real Madrid tiba di Lisbon dengan modal positif dari kompetisi domestik. Empat kemenangan dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Sociedad, mengangkat moral tim. Vinicius Junior mencetak dua gol dalam penampilan menyerang yang impresif.

Namun performa Eropa Madrid lebih kompleks. Mereka finis di posisi kesembilan fase liga dengan 15 poin (lima menang, tiga kalah). Produktivitas 21 gol menunjukkan daya gedor yang kuat, tetapi 12 kali kebobolan mengungkap masalah konsistensi bertahan.

Dalam lima laga terakhir Liga Champions, Madrid mencatat dua kemenangan dan tiga kekalahan, catatan yang tidak lazim bagi klub dengan reputasi elite. Kekalahan 2-4 dari Benfica sebelumnya masih membekas, terutama karena kelemahan dalam transisi dan koordinasi lini belakang.

Pelatih Alvaro Arbeloa menegaskan timnya tak boleh kalah dua kali dari lawan yang sama dalam satu musim. Pendekatan yang lebih disiplin dan terkontrol diperkirakan akan diterapkan, khususnya dalam laga tandang.

Kondisi Skuad

Benfica belum bisa memainkan Alexander Bah yang baru pulih dari cedera ligamen. Samuel Soares diragukan tampil akibat masalah otot, sementara Fredrik Aursnes dipastikan absen. Joao Veloso masih dalam evaluasi, dan Richard Rios yang baru kembali berlatih usai cedera bahu diperkirakan belum siap turun.

Madrid mendapatkan kabar baik dengan pulihnya Kylian Mbappe, yang sebelumnya absen saat melawan Real Sociedad. Namun Raul Asencio menjalani skorsing akumulasi kartu, sementara Rodrygo terkena larangan dua laga UEFA usai kartu merah. Jude Bellingham absen karena cedera hamstring, dan Eder Militao masih dalam proses pemulihan cedera tendon.

Dengan kedua tim sama-sama memiliki kekuatan menyerang dan kelemahan defensif, duel ini berpotensi kembali terbuka dan eksplosif. Benfica ingin mengulang kejutan, sementara Real Madrid datang dengan tekad membayar lunas kekalahan sebelumnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.