Laga Berat Madrid Hadapi Inter
Selasa, 08 Sep 2026, 07:18 WIBMADRID â Enam belas tahun setelah mengantarkan Inter Milan meraih kejayaan di Liga Champions, José Mourinho kembali memulai perburuan trofi Eropa bersama Real Madrid. Misi merebut mahkota Liga Champions ke-16 Los Blancos itu diawali dengan ujian berat. Inter Milan datang ke Santiago Bernabeu, Rabu (9/9) dini hari WIB, membawa ambisi menghapus luka masa lalu sekaligus membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan elite Eropa.
Pertemuan dua klub raksasa ini menjadi salah satu laga paling menarik pada pekan pembuka fase liga Liga Champions 2026-27. Real Madrid dan Inter sama-sama pernah menjadi juara Eropa, tetapi keduanya datang dengan pekerjaan rumah besar setelah gagal memenuhi ekspektasi di musim sebelumnya.
Real Madrid tersingkir di perempat final oleh Bayern Munich. Inter bahkan mengalami nasib lebih mengejutkan setelah tersingkir di babak play-off oleh klub Norwegia Bodo/Glimt. Kini, keduanya mendapatkan kesempatan untuk membuka lembaran baru.
Bagi Mourinho, pertandingan ini tentu memiliki nilai emosional tersendiri. Pelatih asal Portugal itu pernah membawa Inter menjuarai Liga Champions 2010 dengan menaklukkan Bayern Munich di final. Enam belas tahun berselang, dia kembali berada di kompetisi yang sama, kali ini sebagai pelatih Real Madrid.
Mourinho paham perjalanan menuju mahkota Eropa ke-16 tidak akan mudah. Selain Inter, Madrid juga harus menghadapi Arsenal, RB Leipzig, Roma dan Shakhtar Donetsk di fase liga. Namun, sejarah menunjukkan Madrid biasanya tampil agresif sejak pertandingan pertama. Los Blancos memenangi 17 dari 19 pertandingan pembuka Liga Champions terakhir mereka, termasuk lima laga terakhir secara beruntun.
Masalahnya, Madrid baru saja mendapat tamparan sebelum memasuki panggung Eropa. Kekalahan 0-1 dari Real Betis menghentikan awal sempurna mereka di La Liga. Kegagalan Kylian Mbappe mengeksekusi penalti semakin memperbesar sorotan terhadap performa Madrid yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Mourinho sebelumnya menegaskan bahwa tim asuhannya harus tampil dalam kondisi terbaik untuk menghadapi lawan tangguh. âReal Madrid harus hebat. Kalau tidak, kami tidak akan menang,â ujar Mourinho menjelang laga melawan Betis. Dia juga mengakui pertandingan Liga Champions akan menghadirkan persoalan tersendiri, terutama dengan absennya sejumlah pemain di lini tengah.
âKami memiliki skuad yang kuat dan solusi untuk mengatasi masalah-masalah kecil ini,â ujar Mourinho dalam kesempatan lain. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan daftar absen pemain sebagai alasan menjelang laga kontra Inter.
Krisis lini tengah memang menjadi persoalan utama Madrid. Eduardo Camavinga, Arda Guler dan Bernardo Silva harus menjalani hukuman skorsing yang terbawa dari musim sebelumnya. Aurelien Tchouameni juga diragukan tampil karena masalah otot. Situasi itu membuat Federico Valverde menjadi salah satu pemain senior yang paling siap mengisi sektor tengah, sementara Jude Bellingham berpeluang dimainkan lebih dalam.
Madrid juga kehilangan Eder Militao, Rodrygo dan Ferland Mendy karena cedera. Kondisi tersebut memaksa Mourinho kembali menunjukkan kemampuan meramu skuad. Di kubu Inter, Cristian Chivu datang dengan modal yang lebih meyakinkan. Nerazzurri memulai pertahanan gelar Serie A dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan.
Mereka menundukkan Monza dan Cagliari, sebelum secara dramatis mengalahkan Napoli 3-2 melalui gol kemenangan Lautaro Martinez pada masa injury time. Musim lalu, Chivu membawa Inter melewati perjalanan domestik yang mengesankan. Nerazzurri meraih gelar Serie A dan Coppa Italia, sebuah pencapaian yang mengingatkan pada era Mourinho di musim 2009-10.
Namun, Liga Champions menjadi cerita berbeda. Inter dua kali menjadi runner-up dalam empat edisi terakhir. Kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain pada tahun 2025 dan tersingkir secara mengejutkan dari Bodo/Glimt musim lalu menjadi luka yang belum sepenuhnya hilang. Chivu kini mendapat tugas mengembalikan mentalitas Inter di Eropa. Setelah undian fase liga, dia menegaskan bahwa tim asuhannya tidak gentar menghadapi lawan-lawan elite.
âLiga Champions mempertemukan tim-tim terbaik Eropa. Setiap pertandingan sulit dan beberapa edisi terakhir menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa dianggap remeh. Kami akan berusaha mendapatkan sebanyak mungkin dari pertandingan-pertandingan tersebut dan menunjukkan bahwa kami kompetitif,â ujar Chivu.
Tak Bertahan
Komentar tersebut mencerminkan pendekatan Chivu. Dia tidak ingin Inter sekadar datang ke Bernabeu untuk bertahan. Dengan pemain seperti Lautaro Martinez, Marcus Thuram, Hakan Calhanoglu dan sejumlah rekrutan baru, Inter memiliki cukup senjata untuk memberikan tekanan kepada tuan rumah.
Pergantian pemain juga menjadi salah satu kekuatan Inter. Curtis Jones tampil mengesankan setelah masuk dari bangku cadangan ketika menghadapi Napoli. Penampilan tersebut memunculkan tuntutan agar mantan gelandang Liverpool itu mendapat kesempatan sejak awal. Marcus Thuram pun berpeluang masuk starting XI setelah mencetak gol penyama kedudukan melawan Napoli. ben/G-1
Perkiraan Formasi
Real Madrid 4-2-3-1
Courtois
Dumfries, Konate, Huijsen, Cucurella
Bellingham, Valverde
Diomande, Diaz, Vinicius Jr
Mbappe
Inter Milan 3-5-2
Martinez
Bastoni, Bisseck, Akanji
Diouf, Barella, Jones, Calhanoglu, Dimarco
Martinez, Thuram
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Cegah Banjir Terulang, Sungai Cibanten di Serang Dinormalisasi
-
Bupati Malinau Beri Uang Saku Rp1 Juta untuk Peserta Jamnas XII 2026
-
Kejati NTB Siap Kawal Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Gili Tramena
-
Disparbud Kabupaten Garut Usulkan Tiga Ciri Khas Budaya untuk Ditetapkan Jadi WBTB
-
Gerakan Berlian Dideklarasikan di Bulungan, Semua Pihak Bersatu Lindungi Anak.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.