BPH Migas: Distribusi BBM di Aceh Tamiang Aman, Dukung Ekonomi Warga
Senin, 16 Feb 2026, 13:12 WIBJAKARTA â Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan stok dan distribusi BBM di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dalam kondisi aman guna mendukung pemulihan ekonomi warga pascabencana.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2), menjelaskan seiring proses pemulihan pascabencana, seluruh SPBU di Aceh Tamiang kembali beroperasi secara normal.
"Pulihnya layanan distribusi BBM ini menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas warga serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak," katanya setelah melakukan pengecekan langsung operasional SPBU sekaligus mengevaluasi penyediaan serta penyaluran BBM di wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026).
Pemantauan dilakukan di tiga SPBU yang berlokasi di wilayah Alur Bemban, Tanah Terban, dan Seumadam.
Saat banjir melanda, dua SPBU yaitu di Alur Bemban dan Tanah Terban terendam air.Setelah beroperasi kembali, kedua SPBU ini memberikan pelayanan langsung di wilayah terdampak.
Di wilayah Aceh Tamiang ada tujuh SPBU. Saat ini, seluruh SPBU sudah kembali normal dan beroperasi sesuai regulasi.
"BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan cek fisik ke dua SPBU yang melayani langsung masyarakat terdampak bencana," ujar Wahyudi.
Selanjutnya, pemantauan dilanjutkan ke SPBU di area Seumadam, Aceh Tamiang. SPBU ini berperan juga sebagai SPBU penyangga untuk penyaluran BBM wilayah bencana.
"Penyangga ini artinya, saat terjadi gangguan di SPBU yang langsung melayani wilayah bencana, dapat dipenuhi atau ditopang oleh SPBU ini. Dalam rangka pemulihan bencana, stok dan distribusi atau penyaluran BBM baik subsidi maupun nonsubsidi berjalan dengan lancar," jelasnya.Â
Dari sisi pasokan, kondisi stok BBM dalam keadaan aman untuk kebutuhan harian.
Menurut Wahyudi, masyarakat dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari didukung dengan ketersediaan BBM, baik BBM subsidi dan kompensasi negara serta jenis BBM umum lainnya.
Selain memastikan keamanan pasokan serta distribusi, dilakukan juga uji mutu dan akurasi volume BBM yang keluar dari nozzle di SPBU melalui uji berat jenis atau densitas.
"Setelah melakukan monitoring ke tiga SPBU serta evaluasi, stok BBM di SPBU tersedia dan terpenuhi oleh Pertamina Patra Niaga. Kita juga lakukan uji tera, cek warna dan densitas, semua masih dalam ambang batas toleransi yang ditetapkan. Secara fisik, BBM subsidi dan kompensasi negara kualitas secara warna sama. Secara regulasi, semua terpenuhi," sebut Wahyudi.
Pemantauan turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa serta didampingi Sales Area Manager PPN Retail Aceh Misbah Bukhori dan Sales Branch Manager PPN Aceh II Fuel Ferdi Kurniawan.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Anggota Paskibraka Situbondo Dapat SIM C Gratis
-
Ketulusan Bangladesh Tampung Pengungsi Rohingya Malah Dibalas Cap Bengali oleh Myanmar
-
60 Rumah Terbakar di Muara Angke Jakut, Sudin Gulkarmat Kerahkan 22 Unit Mobil Pemadam
-
Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan dalam Pelayanan Perempuan dan Anak
-
Jakarta Siaga Aksi Besok! Ini Daftar 4 Kelompok Demo 27 Agustus 2026 dan Tuntutannya
-
Menkeu: APBN 2027 Diarahkan sebagai “Shock Absorber” dan Pendorong Pertumbuhan
-
Patahan Surabaya Viral, Pakar Ungkap Fakta dan Minta Warga Tak Panik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.